
Jakarta, CNBC Indonesia – PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp15,34 miliar hingga kuartal III rahun ini. Capaian tersebut melonjak 247,05% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp4,42 miliar.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), padahal, pendapatan usaha ADHI tercatat Rp5,37 triliun, turun 4,96% dari Rp5,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Seiring dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan turun lebih dalam sebesar 6,71% menjadi Rp4,50 triliun dari Rp4,82 triliun. Akibatnya, laba bruto naik 5,15% menjadi Rp876,58 miliar dari Rp833,66 miliar.
Beban ADHI hingga kuartal III mayoritas mengalami penurunan, beban usaha perseroan turun 3,02% menjadi Rp555,84 miliar dari Rp573,17 miliar. Selain itu, beban penjualan juga turun 24,13% menjadi Rp6,76 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi juga turun 2,69% menjadi Rp549,09 miliar.
Dengan efisiensi tersebut, laba usaha naik 23,13% menjadi Rp320,74 miliar dari Rp260,49 miliar.
Disisi lain, pada pos nonoperasional, bagian laba ventura bersama naik 3,37% menjadi Rp332,47 miliar dari Rp321,64 miliar. Sebaliknya, bagian rugi entitas asosiasi membengkak 141,83% menjadi Rp26,16 miliar dari Rp10,82 miliar.
Meskipun beban keuangan sedikit naik 0,45% menjadi Rp526,06 miliar, Namun pendapatan lainnya bersih turun 52,70% menjadi Rp51,03 miliar dari Rp107,88 miliar.
Dikurangi neban pajak penghasilan final naik 4,93% menjadi Rp131,20 miliar, hasilnya, laba sebelum pajak turun 31,55% menjadi Rp20,81 miliar dari Rp30,40 miliar.
Beban pajak penghasilan tidak final turun 45,55% menjadi Rp4,94 miliar dari Rp9,07 miliar.
Adapun aset ADHI hingga kuartal III tahun ini turun jadi Rp 26,7 triliun dari aset akhir tahun 2025 yang tercatat Rp 27,7 triliun.
(rob/rob)


















