
Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten terafiliasi Luhut Binsar Pandjaitan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melalui SBTH Asia Holdings Pte Ltd berencana memperoleh komitmen investasi hingga SGD555 juta atau setara Rp7,84 triliun dari SIP VI Onshore Lux Sàrl, SIP VI Offshore Lux Sàrl, SIP VI AP Lux Sàrl, dan HCAP Lux Sàrl melalui penerbitan saham preferen yang dapat ditebus dan synthetic warrants.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip Jumat (23/10/2026), pendanaan terdiri dari investasi awal SGD125 juta (Rp1,76 triliun), primary tranche hingga SGD130 juta (Rp1,83 triliun), dan incremental primary tranche hingga SGD300 juta (Rp4,24 triliun).
Dana akan digunakan antara lain untuk pengembangan bisnis pengelolaan limbah, akuisisi, belanja modal, modal kerja, dan kebutuhan korporasi.
TOBA akan tetap mempertahankan kepemilikan dan pengendalian atas SBTH karena saham preferen tersebut tidak memiliki hak suara. Transaksi tersebut senilai 227% dari ekuitas TOBA. Rencana itu sendiri masih menunggu persetujuan RUPSLB pada 27 November 2026.
Perseroan sendiri mengubah lini bisnisnya dari perusahaan berbasis batu bara menuju bisnis yang lebih terdiversifikasi.
Adapun, lini bisnis pengelolaan limbah menjadi kontributor utama perusahaan dengan menyumbang 60% dari total pendapatan konsolidasi, atau 93% dari total EBITDA disesuaikan. Pendapatan dari segmen bisnis pengelolaan limbah juga melonjak 447,69% YoY atau 5,5 kali lipat dari US$9,4 juta dalam kuartal pertama 2025 menjadi US$51,9 juta selama triwulan pertama 2026.
(ayh/ayh)


















