• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Menunggu Damai AS-Iran, Harga Minyak Manteng di US per Barel

Menunggu Damai AS-Iran, Harga Minyak Manteng di US$98 per Barel

April 17, 2026
Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

October 15, 2026
Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

October 15, 2026
Pasar Saham Kebakaran

Pasar Saham Kebakaran

October 15, 2026
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

October 15, 2026
Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

October 15, 2026
Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

October 15, 2026
IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Menunggu Damai AS-Iran, Harga Minyak Manteng di US$98 per Barel

6 months ago
in Lifestyle
Menunggu Damai AS-Iran, Harga Minyak Manteng di US per Barel
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia bergerak turun pada perdagangan Jumat (17/4/2026) pukul 10.00 WIB, setelah pasar mulai membaca peluang meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah. Harapan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran menjadi katalis utama yang menekan reli tajam beberapa pekan terakhir.

Menurut data Refinitiv, harga Brent berada di US$98,19 per barel, turun 1,21% dibanding penutupan sebelumnya di US$99,39 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$93,30 per barel, melemah 1,47% dari posisi US$94,69 per barel. Meski turun hari ini, level harga masih bertahan tinggi dan jauh di atas posisi awal April.

Pasar merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Washington dan Teheran berpeluang bertemu akhir pekan ini. Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran sudah sangat dekat, termasuk proposal bahwa Teheran tidak akan memiliki senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun. Pernyataan ini memberi ruang bagi pelaku pasar untuk mulai menghitung kemungkinan pasokan minyak kembali normal.



Selama tujuh pekan terakhir, penutupan Selat Hormuz menjadi sumber guncangan terbesar pasar energi global. Jalur ini mengalirkan sekitar seperlima suplai minyak dunia. Analis ING memperkirakan sekitar 13 juta barel per hari arus minyak terganggu akibat penutupan tersebut. Dengan gangguan sebesar itu, reli harga minyak pada Maret yang melonjak 50% menjadi mudah dipahami.

Namun, pasar kini mulai bergeser dari mode panik ke mode antisipasi diplomasi. Gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel ikut membantu meredakan premi risiko di kawasan. Konflik Israel-Lebanon selama ini menjadi hambatan penting bagi upaya penyelesaian perang Iran yang dimulai sejak akhir Februari.

Secara teknikal sederhana, Brent kini bergerak di bawah ambang psikologis US$100 per barel setelah sempat menembus area tersebut. Dalam sepekan terakhir, Brent berada di rentang US$94,79 hingga US$99,39, sementara WTI sempat menyentuh US$99,08 pada 13 April sebelum terkoreksi tajam ke kisaran US$93. pasar masih sangat sensitif terhadap setiap headline politik.

Meski harga hari ini turun, risiko belum hilang. Jika perundingan gagal atau Selat Hormuz tetap tertutup lebih lama, pasar bisa kembali mengerek harga dalam waktu cepat. Sebaliknya, bila jalur damai terbuka dan distribusi minyak pulih, Brent berpeluang bergerak lebih dalam ke bawah US$95 per barel.

CNBC Indonesia 

(emb/emb)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

October 15, 2026
Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

October 15, 2026
Pasar Saham Kebakaran

Pasar Saham Kebakaran

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .