• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Meski Pasar Volatil, Cuan Saham Blue Chip Ini Tetap Kalahkan Deposito

Meski Pasar Volatil, Cuan Saham Blue Chip Ini Tetap Kalahkan Deposito

December 19, 2025
Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

October 25, 2026
9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

October 25, 2026
Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

October 25, 2026
Dijatuhkan MSCI, Bursa Ini Berhasil Bangkit Lagi Jadi Developed Market

Dijatuhkan MSCI, Bursa Ini Berhasil Bangkit Lagi Jadi Developed Market

October 25, 2026
Ramal Nasib Rupiah Hingga Saham Terdampak Era Bunga Tinggi

Ramal Nasib Rupiah Hingga Saham Terdampak Era Bunga Tinggi

October 25, 2026
Pastikan Kebutuhan Energi Terjaga, Pertamina Perkuat Distribusi BBM

Pastikan Kebutuhan Energi Terjaga, Pertamina Perkuat Distribusi BBM

October 25, 2026
Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

October 24, 2026
Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

October 24, 2026
Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

October 24, 2026
2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

October 24, 2026
Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

October 24, 2026
Bersaing Dengan LPG Non Subsidi, Ini Sumber Cuan Bisnis CNG

Bersaing Dengan LPG Non Subsidi, Ini Sumber Cuan Bisnis CNG

October 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, October 25, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Meski Pasar Volatil, Cuan Saham Blue Chip Ini Tetap Kalahkan Deposito

10 months ago
in Lifestyle
Meski Pasar Volatil, Cuan Saham Blue Chip Ini Tetap Kalahkan Deposito
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Dalam kondisi penuh ketidakpastian, investor cenderung melakukan diversifikasi investasi dengan berburu deposito yang aman. Benarkah predikat saham blue chip kian tak relevan ketika pasar sedang fluktuatif?

Berdasarkan analisis historis, instrumen saham khususnya blue chip, secara jangka panjang justru mampu memberikan return yang lebih tinggi daripada investasi konvensional seperti deposito.

Sebagai contoh, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang terhitung sebagai saham blue chip paling kuat di antara saham perbankan besar, karena masih defensif terhadap volatilitas dan tekanan pasar.

Sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD) hingga akhir pekan ini (19/12/2025), saham BBNI ditutup di Rp4.340/saham atau hanya melemah 0,23% sejak awal tahun (YtD). Torehan ini jauh lebih stabil dari saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang ditutup di level Rp8.050 atau terkoreksi hingga 16,80% sejak awal tahun.

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBNI dalam 5 tahun terakhir menguat di kisaran 31% (dari Rp3.300/saham pada Desember 2020 menjadi Rp4.340/unit pada Desember 2025).

Return sebesar 31% itu, setelah dikurangi faktor biaya dan pajak, hanya berkurang menjadi sekitar 30%.

Harap dicatat, penjualan saham di bursa efek berujung pada pajak penghasilan (Pph) final 0,1%, biaya broker rata-rata 0,25% dan pajak penjualan (PPN) 12% (dari fee broker).

Sebagai contoh: dana investasi Rp10 juta pada tahun 2020, jika dipakai untuk membeli saham BBNI bakal berujung pada keuntungan senilai Rp3,3 juta jika disimpan 5 tahun (karena harganya naik 31%). Jika kita jual sekarang, maka nilai penjualan saham BBNI adalah Rp13,1 juta.

Namun mari kita hitung investment cost-nya untuk mengetahui keuntungan riilnya.

Biaya transaksi saham di bursa meliputi pajak penghasilan (Pph) final 0,1% (dari nilai penjualan Rp13,1 juta, alias Rp13.100), lalu biaya broker yang rata-rata sebesar 0,25% (dari Rp13,1 juta, atau setara Rp32.750), serta pajak penjualan (PPN) 12% (dari fee broker, atau sebesar Rp3.930).

Pada kurun waktu yang sama, deposito sebagai tujuan investasi jangka panjang yang dianggap paling aman membagikan keuntungan sekitar 20% (setelah terpotong Pph final 20%).

Deposito berjangka waktu 5 tahun di Indonesia pada tahun 2020 membagikan suku bunga di kisaran 5%, yang berarti dana Rp10 juta jika pada 2020 ditanam ke deposito berjangka waktu 5 tahun, berujung pada keuntungan akumulatif Rp2,5 juta, atau kalah jauh dari keuntungan saham BBNI.

Jika investment cost deposito dihitung, yakni PPh final sebesar 20% dari bunga (setara Rp500.000, dari total pendapatan bunga Rp2,5 juta) maka keuntungan akhir deposito sangat jauh, yakni hanya Rp2 juta alias selisih sekitar Rp 1juta dari keuntungan saham BBNI.

Lebih lanjut lagi, memegang saham BBNI juga akan memberikan dividen kepada pemegang saham. Dengan asumsi investor memiliki 30 lot saham BBNI, maka dari akhir Desember 2025, total dividen yang diterima mencapai Rp 3.712.980 dari total dividen selama lima tahun senilai Rp 1.237,66 per saham.

Apabila diinvestasikan kembali ke pasar modal, tidak ada pajak bagi dividen. Namun jika ditarik kembali kena pajak 10% yang artinya keuntungan bersih dari dividen mencapai Rp3.341.682.

Artinya ditambah dengan dividen dan keuntungan capital gain, saham BBNI dalam 5 tahun memberikan keuntungan bersih hingga 63% atau setara return bersih 12,6% setahun.

Posisi Fundamental Kuat

Koreksi BNI yang relatif dangkal di tengah tekanan pasar ini menunjukkan bahwa saham blue chip bergerak sesuai dengan kondisi fundamental yang ditunjukkan perusahaan penerbit saham tersebut di sektor riil secara organik.

Dengan rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio (LDR) rendah di angka 86,9%, serta cost of fund yang menurun dan kualitas aset yang membaik, BNI dianggap siap memasuki siklus pemulihan pada tahun 2026.

Laporan Bahana Sekuritas dan Ciptadana Sekuritas menilai BNI memang memiliki fondasi kuat menjadi pemimpin siklus pemulihan bank pada 2026. Prediksi tersebut terutama setelah keberhasilan BNI dalam 5 tahun dalam beberapa program jangka panjang.

Program-program tersebut adalah menurunkan eksposur risiko kredit, risiko operasional, dan risiko portofolio (de-risking) yang menurunkan cost of credit menjadi 1% dan menjaga angka pinjaman tidak lancar (NPL) stabil di 2%.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa fondasi risiko BNI kini jauh lebih sehat dan stabil. Stabilitas inilah yang pada akhirnya menjadi faktor utama yang membuat saham BNI tetap menarik bagi investor jangka panjang dan menyandang status sebagai salah satu saham bluechip.

Tidak heran, konsensus 35 analis yang dikompilasi Stockbit memberi target harga rata-rata pada Rp5.120 untuk saham BBNI 12 bulan ke depan, yang mengindikasikan potensi kenaikan hingga 18% dari harga akhir pekan ini di Rp4.340 (19/12/2025).

Dari sisi valuasi, rasio harga per nilai buku (price to book value/PBV) saham BBNI kini berada di kisaran 0,97 kali.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

October 25, 2026
9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

October 25, 2026
Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

October 25, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .