
Jakarta, CNBC Indonesia– Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik membuka peluang bagi perusahaan untuk mengakses pendanaan di pasar modal. Ada pun dengan kondisi pasar saham yang volatil seperti saat ini perusahaan juga dapat memilih menerbitkan obligasi untuk mendapatkan pendanaan.
“Kalau bursa itu kan memang tempat bertemunya demand dan supply atas capital. Tentu kami mendorong pasar modal yaitu menjadi compliment untuk pembiayaan ekonomi selain dari perbankan,” ungkap dia dalam Money Talk CNBC Indonesia, Rabu (30/9/2026).
Menurut dia, penerbitan obligasi dilakukan banyak perusahaan pada 2026. Sementara dari sisi pencatatan saham terdapat 7 perusahaan yang berhasil melakukan.
“Dan itu angka yang cukup baik dan tentu kami mendorong perusahaan untuk bisa memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan,” terang Jeffrey.
Jeffrey menjelaskan BEI dapat memberikan informasi dan konsultasi kepada perusahaan yang hendak mengakses pendanaan publik tersebut. Dia menegaskan perusahaan dapat memberikan nilai tambah bagi investor.
“Sudah menjadi komitmen bagi kami mengundang sebanyak mungkin perusahaan mencatat diri di bursa. Tentu kita menjaga kualitas ketimbang kuantitas. Yang bagus-bagus, yang bisa memberikan nilai tambah kepada investor,” pungkas dia.
“Tidak hanya memberikan nilai tambah di pasar primer tetapi juga memberikan value di secondary market dengan memberikan dividen, capital gain, karena fundamental yang bertumbuh,” tambah Jeffrey.
(dpu/dpu)



















