
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan penempatan saldo anggaran lebih (SAL) di bank Himbara dapat menumbuhkan kredit bank.
Adapun pertumbuhan kredit perbankan bisa mencapai 20% sejak adanya penempatan SAL tersebut.
“Kita pakai cara base money, kan per akhir Juli base money tumbuhnya sudah mencapai 18,3%, kalau ditahan terus seperti itu ke depan, cukup menciptakan pertumbuhan kredit di atas 20 persen. Data terakhir kan kredit 13,8%,” kata Purbaya saat ditemui wartawan di gedung DPR, Rabu (2/9/2026).
Angka tersebut, menurutnya, sudah meningkat dibanding periode sebelumnya, di mana hal ini dapat mempengaruhi sistem likuiditas perbankan.
“Ini meningkat dibanding sebelum-sebelumnya karena pengaruh likuiditas di sistem keuangan kita tadi,” terang Purbaya.
Dirinya memilih untuk menggunakan perkembangan base money atau M0 untuk membaca kondisi likuiditas sistem keuangan dibandingkan menggunakan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK).
Purbaya menjelaskan base money pada Juli 2026 tumbuh 18,3%. Sedangkan pada Agustus 2026 diperkirakan masih berada sekitar 18%.
“Base money (M0) biasanya selama ini cukup baik untuk menggambarkan keadaan likuiditas di sistem keuangan seluruhnya,” ujarnya.
(chd/haa)
















