• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ramalan Purbaya IHSG 36.000 & Amarahnya ke Pemain Saham Gorengan

Ramalan Purbaya IHSG 36.000 & Amarahnya ke Pemain Saham Gorengan

October 13, 2025
Prabowo Usulkan Sarjito Jadi ADK OJK Pengawas Bursa Mineral

Prabowo Usulkan Sarjito Jadi ADK OJK Pengawas Bursa Mineral

August 18, 2026
Profil Sarjito, Calon ADK OJK Pengawas Bursa Mineral RI

Profil Sarjito, Calon ADK OJK Pengawas Bursa Mineral RI

August 18, 2026
IHSG Naik 0,75% ke Level 6.449 Digendong Saham BYAN

IHSG Naik 0,75% ke Level 6.449 Digendong Saham BYAN

August 18, 2026
IHSG Melaju di Zona Hijau Tapi Asing Masih Sepi, Kenapa?

IHSG Melaju di Zona Hijau Tapi Asing Masih Sepi, Kenapa?

August 18, 2026
Ngeri! Trump Ancam Bom Oman, Yield Obligasi AS Tembus Rekor 19 Tahun

Ngeri! Trump Ancam Bom Oman, Yield Obligasi AS Tembus Rekor 19 Tahun

August 18, 2026
Rupiah Masih Melemah di Rp 17.800/USD, BI Rate Bakal Naik Lagi?

Rupiah Masih Melemah di Rp 17.800/USD, BI Rate Bakal Naik Lagi?

August 18, 2026
Tes Calon Gubernur BI Destry Dimulai Minggu Depan

Tes Calon Gubernur BI Destry Dimulai Minggu Depan

August 18, 2026
Rupiah Ditutup Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.850

Rupiah Ditutup Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.850

August 18, 2026
Prabowo Usulkan M. Sarjito Jadi ADK OJK Pengawas Bursa Mineral

Prabowo Usulkan M. Sarjito Jadi ADK OJK Pengawas Bursa Mineral

August 18, 2026
Ada Rumor Mau Akuisisi BYAN, Seluruh Saham Terkait Haji Isam Terbang

Ada Rumor Mau Akuisisi BYAN, Seluruh Saham Terkait Haji Isam Terbang

August 18, 2026
Prabowo Usulkan M. Sardjito Jadi ADK OJK Pengawas Bursa Mineral

Prabowo Usulkan M. Sardjito Jadi ADK OJK Pengawas Bursa Mineral

August 18, 2026
BTN Rampungkan Transaksi Akuisisi SMBC Indonesia

BTN Rampungkan Transaksi Akuisisi SMBC Indonesia

August 18, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, August 18, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Ramalan Purbaya IHSG 36.000 & Amarahnya ke Pemain Saham Gorengan

10 months ago
in Market
Ramalan Purbaya IHSG 36.000 & Amarahnya ke Pemain Saham Gorengan
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu tembus level 36,000 pada 2035. Perkiraan Purbaya tersebut bukanlah mengawang-awang namun memperhitungkan fundamental dan ekspektasi perekonomian nasional.

Menurut Purbaya, hitung-hitungan IHSG mencapai 36.000 dapat dilihat dari siklus bisnis di Indonesia secara historis. Pada 2001, sejak IHSG ada di level 300-an, kemudian naik menjadi 2.500 pada 2008. Sempat turun ketika krisis 2008 dan naik lagi menjadi 6.500 pada 2018.

“Kalau saya pelajaran dari siklus bisnis kita yang 7 tahun, 8 tahun, 10 tahun itu, dari mulai dia mulai naik sampai di ujung siklus itu, dia hanya 4 sampai 6 kali,” jelasnya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV, dalam Squawk Box, dikutip Senin (13/10/2025).

Saat ini IHSG berada di posisi 8.000, salah satunya didorong oleh Purbaya Effect, dan berpotensi terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

“Jadi dulu juga saya nggak percaya 4 sampai 6 kali masuk nanti 26.000 sampai juga kayaknya seperti itu deh behavior ekonomi dan pasar saham kita. Jadi kalau kita bisa ciptakan siklus bisnis yang ekonomi yang tumbuh terus sampai 10 tahun Harusnya dia 4 sampai 6 kali kalau saya kemarin sekarang,” kata Purbaya.

“Mungkin awalnya Rp7.000, kalau 4 kali sudah Rp28.600, Rp42.000 kan jadi antara itu, jadi bukan suatu yang mustahil kalau kita siapkan pertumbuhan ekonomi yang kontinyu dan tinggi,” tambahnya.

Hipotesis Purbaya soal laju IHSG dalam jangka panjang didukung oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dia perkirakan bisa mencapai 6% dan menuju 8%.

“Kalau kita ciptakan pertumbuhan ekonomi atas 6% gambarnya akan beda bukan karena goreng-goreng yang naiknya, tapi karena fundamental ekonomi yang naik, sehingga perusahaannya jadi besar dibanding sebelumnya. Sehingga nilainya di pasar pun naik sesuai dengan perkembangan size dari perusahaan itu itu yang terjadi sebetulnya,” pungkasnya.

Namun, dibalik optimisme Purbaya terhadap IHSG ada kemarahan terselip terkait iklim pasar modal Indonesia yang disebutnya banyak penggoreng saham.

Ia menilai praktik goreng menggoreng saham yang selama ini dianggap menjegal pertumbuhan pasar modal dalam negeri.

“Itu (saham gorengan) yang mencegah atau menghalangi pertumbuhan kapital market kita dengan maksimum. Karena orang takut, mereka pikir yang bisa masuk ke pasar saham adalah orang yang canggih betul, yang punya teman penggoreng dan lain-lain,” ucapnya dalam wawancara eksklusif dengan CNBC Indonesia TV di Squawk Box, pada Jumat (10/10/2025).

Menurut pengamatannya selama berkecimpung industri keuangan, praktik goreng menggoreng saham lazim terjadi di pasar modal Indonesia. Namun oknum yang melakukan praktik ini, meskipun sudah ditangkap, ternyata tidak dihukum.

“Kalau saya amatin selama beberapa puluh tahun di pasar modal, itu saham sering banyak yang digoreng. Cuman kalau ada yang ditangkep pun, nggak pernah dihukum,” katanya.

Purbaya pun yakin kalau praktik goreng saham diberantas, investor akan berani masuk ke pasar saham Indonesia dan membuat pasar modal menjadi maju.

“Kalau itu (praktik goreng saham) dihilangkan mestinya akan banyak investor retail atau yang lain-lain yang berani masuk ke pasar saham. Itu akan menggembungkan pasar saham dengan signifikan,” katanya.

Purbaya juga mengungkapkan indikator yang bisa dilihat untuk mengukur perkembangan pasar modal adalah berapa banyak pelaku gorengan saham yang bisa dihukum oleh otoritas BEI dan OJK.

“Apa indikatornya, kita lihat aja nanti berapa orang yang dihukum oleh bursa atau OJK dalam setahun, dua tahun ke depan kalau nggak ada berarti mereka nggak ngapa-ngapain,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa kalau tidak ada tindakan tegas untuk para penggoreng saham, Purbaya akan membebankan pajak bagi BEI.

“Saya di pasar modal waktu itu juga tahu siapa yang main tapi biasanya ada yang dapat itu nggak selalu sulit mereka deteksi kalau mereka mau jadi saya lihat kesulitan mereka dari situ kalau nggak ada yang ditindak, ya udah nggak ada hasilnya apa-apa, mungkin mereka saya pajakin bursanya,” ucap Purbaya.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Masih Banyak Saham Gorengan, Purbaya Belum Mau Kasih Insentif ke Bursa




Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Prabowo Usulkan Sarjito Jadi ADK OJK Pengawas Bursa Mineral

Prabowo Usulkan Sarjito Jadi ADK OJK Pengawas Bursa Mineral

August 18, 2026
Profil Sarjito, Calon ADK OJK Pengawas Bursa Mineral RI

Profil Sarjito, Calon ADK OJK Pengawas Bursa Mineral RI

August 18, 2026
IHSG Naik 0,75% ke Level 6.449 Digendong Saham BYAN

IHSG Naik 0,75% ke Level 6.449 Digendong Saham BYAN

August 18, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .