• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Risiko Klaim Tinggi, Bos Asuransi Minta Sesuaikan Tarif Premi EV

Risiko Klaim Tinggi, Bos Asuransi Minta Sesuaikan Tarif Premi EV

October 29, 2025
Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

October 15, 2026
Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

October 15, 2026
Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

October 15, 2026
Pasar Saham Kebakaran

Pasar Saham Kebakaran

October 15, 2026
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

October 15, 2026
Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

October 15, 2026
Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Risiko Klaim Tinggi, Bos Asuransi Minta Sesuaikan Tarif Premi EV

12 months ago
in Market
Risiko Klaim Tinggi, Bos Asuransi Minta Sesuaikan Tarif Premi EV
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Permintaan atas asuransi kendaraan listrik yang meningkat dibayangi oleh risiko klaim yang lebih tinggi dibanding dengan kendaraan berbahan bakar minyak. Untuk itu, pemerintah diharap dapat menyesuaikan tarif premi asuransi kendaraan listrik.

Salah satu pemain di industri asuransi PT Asuransi Bina Dana Arta, Tbk (ABDA) atau Oona Insurance mencatat pertumbuhan tujuh kali lipat secara year on year (yoy) di portofolio asuransi electric vehiclenya (EV). Segmen ini bertumbuh pesat, walau baru berkontribusi sekitar 7% dari keseluruhan premi.

Asuransi EV ini mendorong pendapatan premi di segmen asuransi kendaraan mencapai Rp664 miliar di kuartal III-2025. Angka ini naik 11% dari periode sama tahun sebelumnya Rp496 miliar.

Founder and CEO Oona Group Abhishek Bhatia tak menampik bahwa rasio klaim kendaraan listrik tercatat 3 hingga 4 poin lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional. Hal ini disebabkan biaya penggantian baterai yang mencapai 50-70% dari total harga mobil.

Indonesia saat ini masih menerapkan sistem pasar tarif, sehingga perusahaan asuransi belum dapat menetapkan harga premi secara mandiri. Penyesuaian tarif dinilai penting agar pertumbuhan premi tidak diikuti lonjakan klaim yang bisa menekan industri.

“Jika regulator dan asosiasi dapat mengusulkan tarif yang lebih tinggi untuk kendaraan listrik berdasarkan pengetahuan dan pengalaman global, menurut saya hal itu akan lebih baik bagi konsumen maupun industri,” kata Abishek dalam Media Luncheon, di Jakarta, Rabu, (29/10/2025).

Abishek menjelaskan, perusahaan asuransi memisahkan dua jenis klaim utama, yakni total loss dan partial damage. Total loss terjadi ketika kendaraan rusak berat atau hilang sehingga tidak bisa diperbaiki, sedangkan partial damage mencakup kerusakan sebagian yang memerlukan perbaikan atau penggantian komponen.

Menurutnya, tingkat keparahan klaim untuk kendaraan listrik dalam kategori partial damage masih sebanding dengan kendaraan konvensional. Perusahaan juga belum menemukan perbedaan signifikan dalam kasus pencurian antara kendaraan listrik dan berbahan bakar minyak.

Meski begitu, perusahaan belum menemukan perbedaan signifikan dalam frekuensi atau tingkat keparahan klaim kendaraan listrik di Indonesia. Data industri masih terbatas karena pasar kendaraan listrik masih relatif kecil.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Video: PR Industri Reasuransi, Implementasi PSAK 117 Hingga Permodalan




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

October 15, 2026
Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

October 15, 2026
Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .