• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp17.885

Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp17.885

October 13, 2026
Banyak Pinjol Bangkrut, OJK Siapkan Aturan Baru Lindungi Lender

Banyak Pinjol Bangkrut, OJK Siapkan Aturan Baru Lindungi Lender

October 13, 2026
Jelang Merger Asuransi BUMN, IFG dan Danantara Soroti Tata Kelola

Jelang Merger Asuransi BUMN, IFG dan Danantara Soroti Tata Kelola

October 13, 2026
Pembiayaan Alat Berat Cuma Tumbuh 0,12%, Ada Apa?

Pembiayaan Alat Berat Cuma Tumbuh 0,12%, Ada Apa?

October 13, 2026
IHSG Jeblok ke Bawah 6.000, Sentimen Ini Jadi Penekan!

IHSG Jeblok ke Bawah 6.000, Sentimen Ini Jadi Penekan!

October 13, 2026
Layanan Digital BTN Hingga Kuartal III Naik 46% Senilai Rp 103,5 T

Layanan Digital BTN Hingga Kuartal III Naik 46% Senilai Rp 103,5 T

October 13, 2026
Sentimen MSCI -Houthi, IHSG Anjlok & Harga Minyak USD 100/barel

Sentimen MSCI -Houthi, IHSG Anjlok & Harga Minyak USD 100/barel

October 13, 2026
Prancis Pimpin Suntikan Rp10 T ke Pemilik Tambang Nikel Raksasa RI

Prancis Pimpin Suntikan Rp10 T ke Pemilik Tambang Nikel Raksasa RI

October 13, 2026
Update Kasus Akseleran & Crowde, OJK: Kami Pantau Ketat

Update Kasus Akseleran & Crowde, OJK: Kami Pantau Ketat

October 13, 2026
Proyek Tambang Emas DEWA Terganjal Izin Hingga Bencana Alam

Proyek Tambang Emas DEWA Terganjal Izin Hingga Bencana Alam

October 13, 2026
Jadi Kasir Pemda, BPD Optimalkan Payroll ASN Untuk Ekonomi

Jadi Kasir Pemda, BPD Optimalkan Payroll ASN Untuk Ekonomi

October 13, 2026
Akhir Sesi II, IHSG Ditutup Melemah 0,17% ke Level 5.925

Akhir Sesi II, IHSG Ditutup Melemah 0,17% ke Level 5.925

October 13, 2026
BUMI Buka Suara Soal Kabar Akuisisi Tambang Kideco Milik INDY

BUMI Buka Suara Soal Kabar Akuisisi Tambang Kideco Milik INDY

October 13, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, October 13, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp17.885

14 hours ago
in Lifestyle
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp17.885
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah berhasil membalikkan arah pergerakannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Selasa (13/10/2026). Setelah sempat tertekan pada awal perdagangan, mata uang Garuda berbalik menguat dan ditutup di zona hijau.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp17.885/US$ atau menguat 0,06% dibandingkan penutupan Senin (12/10/2026) di Rp17.895/US$.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah sempat melemah ke posisi Rp17.920/US$ dan bergerak hinga Rp17.940/US$. Namun tekanan tersebut berangsur mereda hingga rupiah balik menguat dan mengakhiri perdagangan di Rp17.885/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia pada 15.00 WIB, terpantau melemah 0,28% ke posisi 102,297.



Pergerakan rupiah sepanjang hari turut dibayangi sejumlah sentimen domestik dan global.

Dari domestik, pasar mencermati pernyataan Gubernur BI Destry Damayanti yang menegaskan bahwa bank sentral tetap memiliki kewenangan penuh dalam menentukan kebijakan suku bunga, meskipun koordinasi dengan pemerintah semakin erat.

Dalam wawancara dengan Reuters yang dipublikasikan Senin (12/10/2026), Destry menjelaskan bahwa BI memiliki otoritas untuk memutuskan kenaikan maupun penurunan suku bunga, termasuk penggunaan instrumen kebijakan lainnya.

“Ketika kami hendak mengambil keputusan kebijakan, baik menaikkan atau menurunkan suku bunga maupun menggunakan insentif lainnya, kami memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan tersebut,” ujar Destry, dikutip dari Reuters.

Penegasan tersebut menjadi perhatian pasar karena independensi kebijakan moneter merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan aset berdenominasi rupiah.

Sementara dari eksternal, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi konsumen AS atau Consumer Price Index (CPI) September 2026 yang dijadwalkan pada Rabu besok.

Data tersebut menjadi salah satu acuan investor untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), terutama di tengah kekhawatiran bahwa tekanan inflasi masih bertahan.

Sebelumnya, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack menekankan pentingnya mempertahankan kebijakan moneter yang ketat untuk mengendalikan inflasi menuju target 2%.

Jika inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama berpotensi menguat dan mendukung dolar AS. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Banyak Pinjol Bangkrut, OJK Siapkan Aturan Baru Lindungi Lender

Banyak Pinjol Bangkrut, OJK Siapkan Aturan Baru Lindungi Lender

October 13, 2026
Jelang Merger Asuransi BUMN, IFG dan Danantara Soroti Tata Kelola

Jelang Merger Asuransi BUMN, IFG dan Danantara Soroti Tata Kelola

October 13, 2026
Pembiayaan Alat Berat Cuma Tumbuh 0,12%, Ada Apa?

Pembiayaan Alat Berat Cuma Tumbuh 0,12%, Ada Apa?

October 13, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .