• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Menguat 0,06%, Dolar AS Jadi Rp16.700 Pagi Ini!

Rupiah Dibuka Menguat 0,06%, Dolar AS Jadi Rp16.700 Pagi Ini!

December 19, 2025
SMLE Blak-Blakan Alasan Jual 50% Saham Anak ke Perusahaan Denmark

SMLE Blak-Blakan Alasan Jual 50% Saham Anak ke Perusahaan Denmark

October 15, 2026
Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

October 15, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

October 15, 2026
Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

October 15, 2026
Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

October 15, 2026
Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

October 15, 2026
Pasar Saham Kebakaran

Pasar Saham Kebakaran

October 15, 2026
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Dibuka Menguat 0,06%, Dolar AS Jadi Rp16.700 Pagi Ini!

10 months ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Dibuka Menguat 0,06%, Dolar AS Jadi Rp16.700 Pagi Ini!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Mata uang Garuda dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (19/12/2025).

Mengacu pada data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan pagi atau pukul 09.00 WIB, rupiah berada di level Rp16.700/US$, atau mencatatkan apresiasi sebesar 0,06%. Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Kamis (18/12/2025), rupiah tertekan dan melemah hingga menembus level psikologis Rp16.710/US$.

Sementara itu, pada waktu yang sama, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia terpantau bergerak relatif stabil di level 98,460, atau menguat tipis 0,03%.


Pergerakan rupiah pada perdagangan terakhir pekan ini masih diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya dinamika pergerakan dolar AS di pasar global.

Dolar AS sempat menguat pada perdagangan kemarin setelah data klaim pengangguran mingguan AS tercatat turun 13.000 menjadi 224.000 atau relatif sejalan dengan ekspektasi pasar di kisaran 225.000. Data tersebut memberikan sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup solid, sehingga menahan pelemahan dolar lebih dalam.

Namun demikian, tekanan terhadap dolar AS masih cukup kuat menyusul rilis sejumlah data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan.

Inflasi AS November tercatat hanya naik 2,7% secara tahunan, lebih rendah dari ekspektasi 3,1%, sementara inflasi inti juga melambat ke 2,6% yoy, di bawah proyeksi 3,0% dan menjadi laju kenaikan terendah dalam sekitar 4,5 tahun. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan moneternya.

Di sisi lain, kebijakan The Fed yang mulai kembali meningkatkan likuiditas juga menjadi faktor penekan dolar. Bank sentral AS telah memulai pembelian US Treasury Bills senilai US$40 miliar per bulan sejak pekan lalu, langkah yang dipandang pasar sebagai upaya menjaga kelonggaran likuiditas sistem keuangan.

Kondisi tersebut membuat pergerakan dolar AS cenderung fluktuatif, sekaligus menjadi faktor kunci yang memengaruhi arah rupiah di akhir pekan ini.

Sementara itu, sentimen dari kawasan Asia turut memengaruhi pergerakan pasar domestik. Mega Capital Sekuritas mencatat aksi jual di pasar Surat Utang Negara (SUN) terjadi menjelang kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ) sebesar 25 bps menjadi 0,75%, dengan tekanan terbesar terjadi pada tenor pendek dan menengah.

Namun, berbeda dengan mata uang Asia lainnya yang cenderung terapresiasi menjelang momentum tersebut, rupiah justru melemah di perdagangan kemarin.

Menurut Mega Capital, kondisi tersebut mengindikasikan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko fiskal domestik, khususnya potensi pelebaran defisit fiskal FY25 yang diperkirakan mendekati -3% terhadap PDB, sebagaimana tertuang dalam Macro & Fixed Income Daily Morning Notes, Jumat (19/12/2025). Faktor ini dinilai turut menahan ruang penguatan rupiah, meski tekanan dari dolar AS mulai mereda.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
SMLE Blak-Blakan Alasan Jual 50% Saham Anak ke Perusahaan Denmark

SMLE Blak-Blakan Alasan Jual 50% Saham Anak ke Perusahaan Denmark

October 15, 2026
Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

October 15, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .