• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.925

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.925

October 2, 2026
Menteri RI Ini Dijatuhi Hukuman Mati karena Korupsi, Hartanya Disita

Menteri RI Ini Dijatuhi Hukuman Mati karena Korupsi, Hartanya Disita

October 3, 2026
Geo Dipa Siap Jadi Alat Fiskal Ekonomi Hijau

Geo Dipa Siap Jadi Alat Fiskal Ekonomi Hijau

October 2, 2026
Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

October 2, 2026
Bos OJK Ungkap RI Bakal Punya 5 Bank Syariah Jumbo di 2027

Bos OJK Ungkap RI Bakal Punya 5 Bank Syariah Jumbo di 2027

October 2, 2026
Inovasi Pengusaha Fashion Lokal Saat Tren Konsumen Berubah

Inovasi Pengusaha Fashion Lokal Saat Tren Konsumen Berubah

October 2, 2026
Curi Start, Bos Erajaya Ungkap Strategi Memperkuat Bisnis di 2027

Curi Start, Bos Erajaya Ungkap Strategi Memperkuat Bisnis di 2027

October 2, 2026
BI Buka Keran Repo Surat Utang SMF, Transaksi Tembus Rp1,25 T

BI Buka Keran Repo Surat Utang SMF, Transaksi Tembus Rp1,25 T

October 2, 2026
IHSG Happy Weekend, Menguat 0,46% ke Level 6.036

IHSG Happy Weekend, Menguat 0,46% ke Level 6.036

October 2, 2026
Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG

Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG

October 2, 2026
Baru Dibuka BI, Repo Surat Utang SMI Tembus Rp60 Miliar

Baru Dibuka BI, Repo Surat Utang SMI Tembus Rp60 Miliar

October 2, 2026
Rupiah Akhiri Pekan Menguat 0,40%, Dolar AS Turun ke Rp17.868

Rupiah Akhiri Pekan Menguat 0,40%, Dolar AS Turun ke Rp17.868

October 2, 2026
Asuransi BUMN Bakal Ramping, Aksi Merger Rampung Akhir Tahun

Asuransi BUMN Bakal Ramping, Aksi Merger Rampung Akhir Tahun

October 2, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, October 3, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.925

1 day ago
in Lifestyle
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.925
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Jumat (2/10/2026), setelah ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp17.925/US$ atau menguat 0,08% dibandingkan penutupan Kamis (1/10/2026) di Rp17.940/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau di posisi 102,107.



Pergerakan rupiah hari ini akan diwarnai sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri. Dari domestik, perhatian pasar tertuju pada reshuffle kabinet, implementasi short selling, serta respons terhadap data manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi yang telah dirilis sebelumnya.

Dari pasar obligasi domestik, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik 5,3 basis poin menjadi 7,159% pada perdagangan Kamis (1/10/2026), dari sebelumnya 7,106%. Kenaikan yield tersebut mencerminkan pelemahan harga SBN tenor 10 tahun.

Dari eksternal, lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS menjadi salah satu sentimen utama yang membayangi pasar. Yield US Treasury tenor 10 tahun sempat menyentuh 5,34% pada Kamis, tertinggi sejak 2002, sebelum turun ke kisaran 5,26%.

Tingginya yield US Treasury menopang daya tarik aset berbasis dolar AS dan berpotensi memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Pelaku pasar juga menanti sederet data ekonomi AS, mulai dari klaim pengangguran, ISM Manufacturing, tingkat pengangguran, hingga non-farm payrolls. Data tersebut akan menjadi perhatian untuk membaca kondisi ekonomi AS sekaligus arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed).

Selain sentimen dari AS, perkembangan konflik di Timur Tengah turut menjadi perhatian. Harga minyak dunia melonjak lebih dari US$4 per barel pada Kamis, dipicu kekhawatiran pasokan setelah AS dikabarkan mengirim tambahan pasukan ke Timur Tengah dan China menghentikan ekspor produk minyak.

Kekhawatiran pasokan semakin meningkat setelah China menghentikan ekspor produk minyak di luar Hong Kong dan Makau, sementara Rusia melarang ekspor diesel hingga Oktober. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasokan bahan bakar global semakin ketat, terutama jika konflik di Timur Tengah kembali memanas.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Menteri RI Ini Dijatuhi Hukuman Mati karena Korupsi, Hartanya Disita

Menteri RI Ini Dijatuhi Hukuman Mati karena Korupsi, Hartanya Disita

October 3, 2026
Geo Dipa Siap Jadi Alat Fiskal Ekonomi Hijau

Geo Dipa Siap Jadi Alat Fiskal Ekonomi Hijau

October 2, 2026
Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

October 2, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .