• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Ditutup Koreksi 0,51%, Dolar AS Naik ke Posisi Rp17.885

Rupiah Ditutup Koreksi 0,51%, Dolar AS Naik ke Posisi Rp17.885

September 24, 2026
73 Emiten Belum Setor Laporan Keuangan, BEI Beri Sanksi

73 Emiten Belum Setor Laporan Keuangan, BEI Beri Sanksi

September 24, 2026
Transaksi Won Korea di KB Bank (BBKP) Naik Tinggi Kala Rupiah Melemah

Transaksi Won Korea di KB Bank (BBKP) Naik Tinggi Kala Rupiah Melemah

September 24, 2026
Kantongi RKAB, Bayan (BYAN) Cabut Status Keadaan Kahar

Kantongi RKAB, Bayan (BYAN) Cabut Status Keadaan Kahar

September 24, 2026
Emiten Happy Hapsoro (BUVA) Ekspansi ke Bisnis Hiburan

Emiten Happy Hapsoro (BUVA) Ekspansi ke Bisnis Hiburan

September 24, 2026
Aturan Baru Kelola Kas Negara, Saldo Lebih Tak Lagi Ditempatkan di BI!

Aturan Baru Kelola Kas Negara, Saldo Lebih Tak Lagi Ditempatkan di BI!

September 24, 2026
Fakta Terbaru dari Bos BI, Ternyata 1 dari 4 Orang di RI Pakai QRIS

Fakta Terbaru dari Bos BI, Ternyata 1 dari 4 Orang di RI Pakai QRIS

September 24, 2026
IHSG Anjlok 1,06% di Sesi I Ke 6.307

IHSG Anjlok 1,06% di Sesi I Ke 6.307

September 24, 2026
IHSG Anjlok Lebih dari 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok Lebih dari 1%, Ini Penyebabnya

September 24, 2026
IHSG Anjlok Leih dari 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok Leih dari 1%, Ini Penyebabnya

September 24, 2026
Dukung Program 3 Juta Rumah Prabowo, OJK Rilis Aturan Ini

Dukung Program 3 Juta Rumah Prabowo, OJK Rilis Aturan Ini

September 24, 2026
Pemerintah Mau LPS Jamin Simpanan di Koperasi, Siap Amandemen UU

Pemerintah Mau LPS Jamin Simpanan di Koperasi, Siap Amandemen UU

September 24, 2026
IHSG Anjlok 1% ke Level 6.311

IHSG Anjlok 1% ke Level 6.311

September 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, September 24, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Ditutup Koreksi 0,51%, Dolar AS Naik ke Posisi Rp17.885

54 minutes ago
in Market
Rupiah Ditutup Koreksi 0,51%, Dolar AS Naik ke Posisi Rp17.885
Share on FacebookShare on Twitter



Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah gagal keluar dari tekanan pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Mata uang Garuda bahkan sempat membawa dolar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp17.900 sebelum memperbaiki posisi menjelang penutupan.

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan di level Rp17.885/US$ atau melemah 0,51%. Dibandingkan penutupan Rabu di Rp17.795/US$, rupiah mesti kehilangan 90 poin.

Tekanan sudah terlihat sejak awal perdagangan ketika rupiah dibuka melemah 0,22% di posisi Rp17.835/US$. Pelemahannya kemudian membesar hingga sempat menyentuh posisi terendah hari ini di Rp17.900/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah tipis 0,03% ke posisi 101,061.

Meski terkoreksi, DXY masih bertahan di atas level 101 setelah melonjak 0,49% pada perdagangan sebelumnya.


Tekanan terhadap rupiah hari ini datang dari faktor global maupun domestik. Dari luar negeri, pasar kembali memperhitungkan peluang pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) di tengah kekhawatiran terhadap inflasi global dan prospek fiskal Negeri Paman Sam.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI) Erwin Gunawan Hutapea mengatakan perubahan ekspektasi suku bunga AS turut menekan rupiah.

“Pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS di tengah kekhawatiran inflasi global dan outlook fiskal,” ujar Erwin dalam keterangan resmi, Kamis (24/9/2026).

Kondisi tersebut mendorong imbal hasil atau yield US Treasury tenor 10 tahun naik hingga 5,11%, level tertinggi sejak 2007. Kenaikan imbal hasil membuat aset keuangan AS kembali diminati dan meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Tekanan juga datang dari ketidakpastian konflik di Timur Tengah. Kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia kembali meningkat hingga mendorong harga minyak Brent menembus US$100 per barel.

Dari dalam negeri, meningkatnya kebutuhan valuta asing oleh importir menjelang berakhirnya kuartal III turut menambah permintaan terhadap dolar AS. Rupiah juga menghadapi tekanan dari arus keluar dana portofolio dari aset-aset negara berkembang atau emerging markets.

Menghadapi kondisi tersebut, BI memastikan akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah agar tetap sesuai dengan fundamental ekonomi sekaligus memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik.

BI juga memperkuat strategi operasi moneter yang lebih berorientasi pada mekanisme pasar atau pro-market. Langkah tersebut dilakukan untuk mengelola struktur suku bunga di pasar uang sekaligus meningkatkan efektivitas stabilisasi nilai tukar.

Selain itu, koordinasi dan komunikasi dengan korporasi serta pelaku pasar terus diperkuat. Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong aliran masuk modal asing dan mengelola kebutuhan valuta asing di dalam negeri.

(evw/evw)


[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
73 Emiten Belum Setor Laporan Keuangan, BEI Beri Sanksi

73 Emiten Belum Setor Laporan Keuangan, BEI Beri Sanksi

September 24, 2026
Transaksi Won Korea di KB Bank (BBKP) Naik Tinggi Kala Rupiah Melemah

Transaksi Won Korea di KB Bank (BBKP) Naik Tinggi Kala Rupiah Melemah

September 24, 2026
Rupiah Ditutup Koreksi 0,51%, Dolar AS Naik ke Posisi Rp17.885

Rupiah Ditutup Koreksi 0,51%, Dolar AS Naik ke Posisi Rp17.885

September 24, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .