• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Kini Tembus Rp18.070

Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Kini Tembus Rp18.070

July 9, 2026
Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

August 24, 2026
Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

August 24, 2026
PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

August 24, 2026
Detik-detik Rp534 Triliun Dana Kelolaan Lenyap di Lantai Bursa

Detik-detik Rp534 Triliun Dana Kelolaan Lenyap di Lantai Bursa

August 24, 2026
Transaksi Tambang-Sawit Wajib Lewat Bursa Mineral, Ini Bocorannya

Transaksi Tambang-Sawit Wajib Lewat Bursa Mineral, Ini Bocorannya

August 24, 2026
Asing Mulai Balik ke SBN & Saham Bikin Rupiah Makin Strong

Asing Mulai Balik ke SBN & Saham Bikin Rupiah Makin Strong

August 24, 2026
PPATK-Polri Bongkar Sindikat Siber, Kerugian Capai US0.000

PPATK-Polri Bongkar Sindikat Siber, Kerugian Capai US$350.000

August 24, 2026
Susunan Direksi-Komisaris DSI, Ada CEO Freeport & Eks Bos Bank Dunia

Susunan Direksi-Komisaris DSI, Ada CEO Freeport & Eks Bos Bank Dunia

August 24, 2026
Susunan Pengurus DSI, Ada CEO Freeport Hingga Eks Bos Bank Dunia

Susunan Pengurus DSI, Ada CEO Freeport Hingga Eks Bos Bank Dunia

August 24, 2026
Bos Danantara Buka-bukaan Rahasia Bisnis Emas ANTAM

Bos Danantara Buka-bukaan Rahasia Bisnis Emas ANTAM

August 24, 2026
Sah! DPR Setujui Sarjito Jadi Bos OJK Pengawas Bursa Mineral

Sah! DPR Setujui Sarjito Jadi Bos OJK Pengawas Bursa Mineral

August 24, 2026
Sah! DPR Setujui Sarjito Jadi Bos OJK Pengawas Bursa Mineral

Sah! DPR Setujui Sarjito Jadi Bos OJK Pengawas Bursa Mineral

August 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, August 24, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Kini Tembus Rp18.070

2 months ago
in Market
Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Kini Tembus Rp18.070
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup melemah tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (9/7/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda terdepresiasi 0,44% dan parkir di level Rp18.070/US$. Posisi ini sekaligus menjadi level terlemah rupiah dalam sekitar sebulan terakhir. Rupiah juga kembali ditutup di atas level psikologis Rp18.000/US$ untuk pertama kalinya sejak 9 Juni 2026.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah konsisten berada di zona merah. Mata uang Garuda sudah dibuka melemah 0,33% ke level Rp18.050/US$, lalu tekanannya semakin dalam hingga sempat menyentuh Rp18.095/US$. Hanya selangkah lagi menembus level psikologis berikutnya di Rp18.100/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,10% ke level 100,892.


Dinamika dolar AS juga masih menjadi perhatian pasar. Greenback dalam beberapa waktu terakhir masih berada di level yang kuat setelah mendapat dukungan dari meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, yang mendorong permintaan terhadap aset aman atau safe haven.

Harga energi yang lebih tinggi berpotensi kembali menekan inflasi global dan memengaruhi ekspektasi terhadap arah suku bunga bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed).

Pasar menilai lonjakan harga minyak dapat mempercepat waktu kenaikan suku bunga The Fed. Kondisi ini ikut menopang dolar AS karena pasar kembali memperhitungkan risiko suku bunga AS yang lebih tinggi.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus bergejolak belakangan ini dinilai tidak serta-merta menjadi angin segar bagi investasi asing di sektor industri.

Alih-alih memborong lahan karena harganya menjadi lebih murah dalam valuta asing, investor luar negeri justru cenderung mengambil sikap bertahan atau wait and see.

CEO Leeds Property Hendra Hartono mengungkapkan, ketidakstabilan rupiah justru merusak kalkulasi jangka panjang para investor, khususnya terkait tingkat pengembalian investasi atau return on investment (ROI).

“Kalau rupiah lagi gonjang-ganjing begini, investor asing tidak bakal langsung masuk. Walaupun mereka melihat rupiah murah, mereka justru sedang menghitung how low can it go? Kalau beli sekarang, nanti kalau rupiah terus melemah mereka makin rugi. Apalagi kalau disewakan kembali, ROI-nya jadi tidak ketemu saat dikonversi ke dolar,” ujar Hendra kepada CNBC Indonesia, Kamis (9/7/2026).

Menurut Hendra, sektor industri biasanya menjadi tahap akhir yang disentuh investor asing ketika masuk ke suatu negara. Investor umumnya melewati proses adaptasi lebih dulu sebelum benar-benar menyuntikkan modal besar untuk pabrik atau lahan.

“Investor asing itu tidak datang langsung cari pabrik. Mereka lewat siklus dulu; tinggal di hotel, bicara dengan corporate lawyer atau pengusaha lokal untuk joint venture. Lalu mereka sewa service apartment, pindah ke service office untuk tim kecil, baru cari kantor besar. Terakhir, kalau sudah yakin dengan stabilitas politik dan ekonomi di Indonesia, baru mereka investasi di pabrik,” jelasnya.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

August 24, 2026
Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

August 24, 2026
PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

August 24, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .