• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Tertekan Pagi Ini, Dolar AS Menguat ke Rp17.920

Rupiah Tertekan Pagi Ini, Dolar AS Menguat ke Rp17.920

October 13, 2026
Caplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 Triliun

Caplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 Triliun

October 13, 2026
Konflik Timur Tengah Bayangi Harga Minyak, Brent Masih di Atas US0

Konflik Timur Tengah Bayangi Harga Minyak, Brent Masih di Atas US$100

October 13, 2026
IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

October 13, 2026
RUPSLB Besok, GOTO Mau Kurangi Modal dan Rombak Direksi

RUPSLB Besok, GOTO Mau Kurangi Modal dan Rombak Direksi

October 13, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 1%

Breaking! IHSG Anjlok 1%

October 13, 2026
IHSG Dibuka Melemah 0,36% ke Level 5.914

IHSG Dibuka Melemah 0,36% ke Level 5.914

October 13, 2026
IHSG Dibuka Melemah 0,36 Persen ke Level 5.914

IHSG Dibuka Melemah 0,36 Persen ke Level 5.914

October 13, 2026
Bursa Asia Kompak Melemah, Kospi Ambles 3,29%

Bursa Asia Kompak Melemah, Kospi Ambles 3,29%

October 13, 2026
XLSMART Angkat Warga Jerman Thomas Hundt Jadi Komisaris

XLSMART Angkat Warga Jerman Thomas Hundt Jadi Komisaris

October 13, 2026
IHSG Anjlok 2% Lebih, Ini 5 Saham Rekomendasi Hari Ini

IHSG Anjlok 2% Lebih, Ini 5 Saham Rekomendasi Hari Ini

October 13, 2026
Terungkap! 95,58% Saham Mitratel Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Terungkap! 95,58% Saham Mitratel Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

October 13, 2026
IHGS Anjlok 2% Lebih, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHGS Anjlok 2% Lebih, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 13, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, October 13, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Tertekan Pagi Ini, Dolar AS Menguat ke Rp17.920

1 hour ago
in Lifestyle
Rupiah Tertekan Pagi Ini, Dolar AS Menguat ke Rp17.920
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah kembali kehilangan tenaga terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa (13/10/2026). Mata uang Garuda membuka perdagangan di zona merah.

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan dengan pelemahan 0,14% ke posisi Rp17.920/US$.

Pelemahan tersebut melanjutkan pergerakan pada Senin (12/10/2026), ketika rupiah ditutup turun 0,17% ke level Rp17.905/US$. Padahal, rupiah sempat dibuka menguat 0,08% di posisi Rp17.860/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,09% ke posisi 102,490.

Koreksi tersebut terjadi setelah DXY ditutup menguat 0,37% pada perdagangan sebelumnya.


Meski terkoreksi pada pagi ini, indeks dolar AS masih bertahan di level yang relatif tinggi dan berada di sekitar posisi terkuatnya sejak April tahun lalu. Kondisi tersebut menunjukkan permintaan terhadap dolar AS masih kuat dan membatasi ruang penguatan rupiah.

Dolar AS ditopang oleh suku bunga AS yang relatif tinggi, pertumbuhan ekonomi yang masih kuat, serta meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah ketidakpastian global.

“Kombinasi suku bunga relatif lebih tinggi, pertumbuhan AS yang lebih kuat, dan meningkatnya permintaan terhadap dolar sebagai aset defensif terus memberikan dukungan kuat bagi greenback,” kata Kepala Riset Pepperstone Group Chris Weston, dikutip dari Reuters.

Kenaikan harga energi dan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memperkuat dolar. Kekhawatiran geopolitik kembali meningkat setelah terjadi serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah dan Ukraina.

Harga minyak Brent sempat melonjak 1,8% pada perdagangan Senin menyusul serangan terhadap infrastruktur energi di Arab Saudi dan Ukraina. Pada perdagangan Asia pagi ini, Brent terkoreksi 0,9% ke US$105,74 per barel.

Harga energi yang tetap tinggi berpotensi menjaga tekanan inflasi global. Kondisi ini dapat membuat suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama sekaligus mempertahankan daya tarik dolar AS.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Caplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 Triliun

Caplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 Triliun

October 13, 2026
Konflik Timur Tengah Bayangi Harga Minyak, Brent Masih di Atas US0

Konflik Timur Tengah Bayangi Harga Minyak, Brent Masih di Atas US$100

October 13, 2026
IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

October 13, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .