• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah

Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah

October 30, 2026
Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

November 1, 2026
Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

November 1, 2026
Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

November 1, 2026
Pakai Info Rahasia Militer, Tentara Cuan Rp7,2 Miliar di Pasar Taruhan

Pakai Info Rahasia Militer, Tentara Cuan Rp7,2 Miliar di Pasar Taruhan

November 1, 2026
Skandal Manipulasi Saham Bikin Geger, Ribuan Investor Jadi Korban

Skandal Manipulasi Saham Bikin Geger, Ribuan Investor Jadi Korban

October 31, 2026
Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

October 31, 2026
Kenali Modus Voice Phising, BRI Ingatkan Jaga Kerahasiaan Data!

Kenali Modus Voice Phising, BRI Ingatkan Jaga Kerahasiaan Data!

October 31, 2026
Daftar Nama Terlibat Kasus Pasar Modal, Ada Terkait BREN, DSSA, CUAN

Daftar Nama Terlibat Kasus Pasar Modal, Ada Terkait BREN, DSSA, CUAN

October 31, 2026
OJK Rilis Daftar Sanksi Pasar Modal: Ada FILM, KIOS, SHID

OJK Rilis Daftar Sanksi Pasar Modal: Ada FILM, KIOS, SHID

October 31, 2026
Segera Cek KTP Anda Dipakai Pinjol atau Tidak, Begini Caranya

Segera Cek KTP Anda Dipakai Pinjol atau Tidak, Begini Caranya

October 31, 2026
Pendapatan Usaha Tumbuh 7,9%, Jasa Marga Terus Perkuat Konektivitas

Pendapatan Usaha Tumbuh 7,9%, Jasa Marga Terus Perkuat Konektivitas

October 31, 2026
Mantan Menteri RI Ditangkap Kejaksaan Agung, Ketemu Brankas Isi Rp 4 M

Mantan Menteri RI Ditangkap Kejaksaan Agung, Ketemu Brankas Isi Rp 4 M

October 31, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, November 1, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah

1 day ago
in Lifestyle
Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah
Share on FacebookShare on Twitter




Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

Jakarta, CNBC Indonesia – Krisis moneter (krismon) periode 1997-1998 mencatatkan sejarah sebagai salah satu babak paling kelam bagi perekonomian Indonesia. Hantaman badai finansial tersebut membuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terhempas bebas dari kisaran stabil Rp2.000, lalu ambruk ke level Rp10.000, hingga sempat menyentuh rekor terendah Rp16.000 per Dolar AS.

Di tengah kepanikan pasar dan ancaman kebangkrutan nasional, muncul gerakan moral dari kalangan elite hingga masyarakat luas untuk mendorong penggunaan mata uang Garuda sekaligus memotong ketergantungan pada Dolar AS.

Salah satu aksi yang paling fenomenal digagas oleh putri sulung Presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau yang akrab disapa Mbak Tutut.

Berdasarkan catatan sejarawan Jan Luiten van Zanden dalam buku Ekonomi Indonesia 1800-2010 (2012), kejatuhan Rupiah bermula dari efek domino depresiasi mata uang Baht Thailand pada pertengahan 1997. Badai tersebut dengan cepat merembet dan melumat mata uang negara-negara Asia, termasuk Indonesia.

Menanggapi gejolak yang kian liar, Mbak Tutut pada Januari 1998 menginisiasi Gerakan Cinta Rupiah (Getar). Misi utamanya terbilang lugas: mengimbau masyarakat melepas simpanan Dolar AS mereka guna membantu Bank Indonesia memperkuat otot Rupiah sekaligus mengembalikan kepercayaan pasar.

“Gerakan Cinta Rupiah (Getar) yang dipelopori Ny. Siti Hardianti Rukamana atau Mbak Tutut benar-benar menggetarkan,” tulis harian Bali Post edisi 16 Januari 1998.

Sebagai stimulan, Mbak Tutut memberikan teladan dengan langsung menukarkan US$50 ribu dari kantong pribadinya ke mata uang Rupiah. Langkah tersebut dinilainya bukan sekadar manuver penyelamatan fiskal, melainkan juga simbol patriotisme di tengah krisis.

Aksi Borong Rupiah: Pejabat hingga ABRI Turun Gunung

Langkah Mbak Tutut langsung memicu aksi pelepasan valas oleh jajaran pejabat tinggi dan politisi. Berdasarkan arsip pemberitaan Bali Post (13 Januari 1998), rombongan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mendatangi Gedung Bank Indonesia untuk mengonversi Dolar AS mereka.

Satu nama yang mencuri perhatian dalam rombongan tersebut adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang kelak menjadi Presiden ke-6 RI. Saat itu, SBY masih menjabat sebagai anggota MPR dari Fraksi ABRI.

“Di antara rombongan itu tampak Ketua Panitia Ad Hoc MPR, Hartono, dan Wakil Ketua Susilo Bambang Yudhoyono… Susilo Bambang Yudhoyono menukar US$1.300,” beber laporan Bali Post.

Tak ketinggalan, para teknokrat dan menteri ekonomi ikut memasok Dolar ke BI. Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad serta Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono tercatat melepas kepemilikan Dolar mereka. Secara akumulatif, total dana segar yang berhasil dikumpulkan BI pada gelombang pertama aksi tersebut mencapai US$650 ribu.

Gelombang “Cinta Rupiah” ini juga menyenggol jajaran konglomerat papan atas. Harian Berita Yudha (13 Januari 1998) mencatat para taipan kawakan seperti Aburizal Bakrie, The Ning King, dan Imam Taufik masing-masing menukarkan US$100 ribu ke Rupiah, menjadikan mereka kontributor perorangan terbesar saat itu.

Taipan senior Sukamdani Sahid Gitosardjono juga menyusul di urutan berikutnya. “Ranking kedua diduduki pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono yang melepas US$50.100 dan merelakan 1 kg emas miliknya kepada pemerintah,” tulis Berita Yudha.

Gerakan ini kian bergulir bagai bola salju di tengah masyarakat. Sebagai bentuk dukungan tambahan, Mbak Tutut kembali menyerahkan 2 kilogram emas murni milik pribadinya kepada negara.

Muncul Kritikan dari Ekonom

Kendati riuh dan dielu-elukan di media massa, Gerakan Cinta Rupiah tak luput dari kritikan tajam para ekonom dan pengamat internasional. Gerakan moral ini dinilai hanya sebatas gimmick atau aksi simbolis yang tak bergigi melawan kekuatan fundamental pasar keuangan global.

Sebab, total valas yang berhasil dihimpun dari gerakan Getar ditaksir hanya berkisar US$5 juta. Angka ini bak setetes air di padang pasir jika dibandingkan dengan kebutuhan devisa serta utang luar negeri Indonesia yang saat itu membengkak hingga puluhan miliar Dolar AS.

“Ini tak akan menyelesaikan masalah,” cetus pengusaha dan politisi Fahmi Idris, sebagaimana dikutip dari Bali Post edisi 1 Februari 1998.

Peringatan itu terbukti benar. Keperkasaan Dolar AS tak terbendung, dan nilai tukar Rupiah terus meluncur ke titik terendah. Efek domino dari hancurnya mata uang nasional memicu kebangkrutan massal sektor korporasi, lonjakan PHK, hingga melambungnya harga bahan pokok (sembako).

Krisis ekonomi akut tersebut akhirnya bermutasi menjadi krisis sosial-politik yang dahsyat. Gelombang demonstrasi besar-besaran mahasiswa dan kerusuhan Mei 1998 meletus di berbagai kota. Pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto resmi menyatakan mundur dari jabatannya, menuntaskan riwayat rezim Orde Baru yang telah berkuasa selama 32 tahun.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

November 1, 2026
Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

November 1, 2026
Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

November 1, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .