• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Sosok Pengacara Batak Gagal Jadi Menteri, Sumpah Siap Ditembak Mati

Sosok Pengacara Batak Gagal Jadi Menteri, Sumpah Siap Ditembak Mati

December 20, 2025
Bukan Cuma Jakarta! Ini Daftar Kota dengan Biaya Hidup Termahal

Bukan Cuma Jakarta! Ini Daftar Kota dengan Biaya Hidup Termahal

October 25, 2026
Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

October 25, 2026
9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

October 25, 2026
Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

October 25, 2026
Dijatuhkan MSCI, Bursa Ini Berhasil Bangkit Lagi Jadi Developed Market

Dijatuhkan MSCI, Bursa Ini Berhasil Bangkit Lagi Jadi Developed Market

October 25, 2026
Ramal Nasib Rupiah Hingga Saham Terdampak Era Bunga Tinggi

Ramal Nasib Rupiah Hingga Saham Terdampak Era Bunga Tinggi

October 25, 2026
Pastikan Kebutuhan Energi Terjaga, Pertamina Perkuat Distribusi BBM

Pastikan Kebutuhan Energi Terjaga, Pertamina Perkuat Distribusi BBM

October 25, 2026
Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

October 24, 2026
Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

October 24, 2026
Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

October 24, 2026
2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

October 24, 2026
Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

October 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, October 25, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Sosok Pengacara Batak Gagal Jadi Menteri, Sumpah Siap Ditembak Mati

10 months ago
in Market
Sosok Pengacara Batak Gagal Jadi Menteri, Sumpah Siap Ditembak Mati
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Orang-orang yang digadang-gadang menjadi menteri selalu menjadi sorotan. Bagaimana tidak, mereka akan menentukan berbagai kebijakan negara yang berpengaruh pada warganya.

Di sepanjang sejarah Indonesia, rasanya hampir tidak ada calon menteri yang seberani Hadeli Hasibuan. Dia dengan tegas siap mempertaruhkan nyawa, bahkan menerima hukuman berat, apabila gagal memulihkan kondisi ekonomi Indonesia di pertengahan 1960-an.

Nama Hadeli Hasibuan (sumber lain menyebut Hadely Hasibuan) mencuat tak lama setelah Presiden Soekarno berpidato di Istana Bogor pada 15 Januari 1966.

Dalam pidatonya, Soekarno mengumumkan sayembara terbuka imbas krisis yang menjerat rakyat. Menurut catatan aktivis Soe Hok Gie dalam Zaman Peralihan (2005), sejak akhir 1965 harga bahan pangan melonjak hingga ratusan persen. Harga bensin pun naik tajam dari Rp400 menjadi Rp1.000 per liter. Kondisi ini membuat rakyat kian terhimpit, terlebih situasi politik pasca peristiwa Gerakan 30 September 1965 juga sangat tidak stabil.

Dalam sayembara, Soekarno mengatakan siapa pun rakyat Indonesia yang berani melamar sebagai Menteri Penurunan Harga dipersilakan datang langsung ke Istana Merdeka, Jakarta. Namun risikonya jika gagal, taruhannya adalah nyawa.

“Siapa saja yang berani dan sanggup menurunkan harga dalam waktu tiga bulan akan diangkat menjadi Menteri Penurunan Harga. Apabila dalam tempo tiga bulan, yakni sampai 15 April 1966, keadaan ekonomi bertambah buruk, dia akan ditembak mati. Apabila keadaan sama saja, dia akan saya masukkan ke dalam penjara selama 10 tahun!” kata Soekarno, dikutip dari Revolusi Belum Selesai: Kumpulan Pidato Presiden Sukarno 30 September 1965-Pelengkap Nawaksara (2014).

Di titik inilah nama Hadeli Hasibuan mencuat. Pria berlatar pengacara itu memberanikan diri mengajukan lamaran. Dia mengirim surat langsung ke Istana Merdeka untuk menyatakan kesediaannya menerima tantangan yang berisiko nyawa tersebut.

Tak lama kemudian, pihak istana memanggil Hadeli untuk menyampaikan gagasannya. Pada 2 Februari 1966, dia datang ke Istana dan disambut langsung oleh Wakil Perdana Menteri Johannes Leimena.

Kepada wartawan, Hadeli kemudian membeberkan idenya. Dia mengusulkan langkah-langkah liberalisasi ekonomi, efisiensi anggaran, peralihan pengelolaan BUMN kepada tenaga ahli, hingga membuka ruang bagi swasta.

“Misalnya mengenai penghematan, pembangunan yang kurang perlu agar dihentikan atau diperkecil terlebih dahulu. […] Untuk menurunkan harga-harga barang, ya serahkan saja ke swasta. Walaupun pemerintah tidak punya devisa, swasta banyak punya devisa. Hanya saja karena tidak ada kebebasan, maka orang main selundupan,” ungkap Hadeli kepada koran Berita Yudha (3 Februari 1966)

Dia juga menolak gagasan ekonomi berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) ala Soekarno. Menurutnya, Indonesia belum bisa menerapkan kemandirian. Di dunia hanya ada dua negara saja yang bisa melakukannya, yakni AS dan Uni Soviet.

“Pada taraf sekarang ini kita masih perlu industri yang belum dapat kita buat sendiri,” katanya.

Lebih jauh, dia juga berencana mendorong Indonesia kembali bergabung dengan PBB, menghentikan konfrontasi dengan Malaysia, memangkas jumlah menteri, serta memanggil kembali ekonom Sumitro Djojohadikusumo yang kala itu hidup di pengasingan akibat bersitegang dengan Soekarno.

Dalam autobiografinya Pengalamanku sebagai Calon Menteri Penurunan Harga (1985), Hadeli yakin konsep itu bisa memperbaiki ekonomi Indonesia.

“Saya bersedia ditembak mati bila pelaksanaan konsep itu gagal dalam waktu tiga bulan,” ujarnya.

Namun, ide-ide itu langsung ditolak. Leimena sudah menduga gagasan Hadeli tidak akan diterima. Dia bahkan menyebutnya gila dan tak masuk akal. Benar saja, setelah dilaporkan ke Soekarno, hasilnya keluar.

Atas nama presiden, Leimena menegaskan konsep Hadeli tidak bisa diterima. Alasannya jelas, gagasan itu bertentangan dengan kebijakan politik Soekarno yang sangat anti-liberalisasi.

Meski gagal menjadi menteri, nama Hadeli terlanjur jadi sorotan. Berita mengenai dirinya dan gagasan ekonominya ramai menghiasi surat kabar. Hadeli pun terkenal.

Waktu kemudian membuktikan, Soekarno memang tak sanggup mengatasi krisis. Kekuasaan akhirnya beralih ke Jenderal Soeharto, yang resmi menjadi Presiden ke-2 RI pada 1968. Melalui tangan para ekonom yang kelak dijuluki Mafia Berkeley, Soeharto berhasil memperbaiki ekonomi Indonesia dengan cara-cara yang justru selaras dengan gagasan Hadeli.

Sampai hari ini, belum pernah ada lagi calon menteri yang berani mempertaruhkan nyawa demi jabatan. Dalam sejarah Indonesia, Hadeli Hasibuan tercatat sebagai satu-satunya orang yang rela pasang badan dengan taruhan hidup dan mati demi menyelamatkan ekonomi bangsa.

(dce)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bukan Cuma Jakarta! Ini Daftar Kota dengan Biaya Hidup Termahal

Bukan Cuma Jakarta! Ini Daftar Kota dengan Biaya Hidup Termahal

October 25, 2026
Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

October 25, 2026
9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

October 25, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .