• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Sukses Cetak Laba Kedua Kali, GOTO Sebut Harga Saham Rp50 Undervalued

Sukses Cetak Laba Kedua Kali, GOTO Sebut Harga Saham Rp50 Undervalued

August 4, 2026
Juni 2026! Transaksi Kripto RI Rp28,58 Triliun, Konsumen 22,69 Juta

Juni 2026! Transaksi Kripto RI Rp28,58 Triliun, Konsumen 22,69 Juta

August 4, 2026
Segera Meluncur 1 Januari 2027, OJK Kasih Bocoran Soal Bursa Mineral

Segera Meluncur 1 Januari 2027, OJK Kasih Bocoran Soal Bursa Mineral

August 4, 2026
OJK Panggil Kredivo & KreditFazz Soal Penagihan di Purworejo

OJK Panggil Kredivo & KreditFazz Soal Penagihan di Purworejo

August 4, 2026
IHSG Melonjak Lebih Dari 1% & Tembus Level 6.300

IHSG Melonjak Lebih Dari 1% & Tembus Level 6.300

August 4, 2026
Aksi Jual Asing Mereda, IHSG Bulan Juli Naik 10%

Aksi Jual Asing Mereda, IHSG Bulan Juli Naik 10%

August 4, 2026
Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp105 Triliun per Juni 2026

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp105 Triliun per Juni 2026

August 4, 2026
OJK Ungkap Update Terbaru Industri Asuransi di Indonesia

OJK Ungkap Update Terbaru Industri Asuransi di Indonesia

August 4, 2026
Bank BUMN Gendong Pertumbuhan Kredit Juni 2026

Bank BUMN Gendong Pertumbuhan Kredit Juni 2026

August 4, 2026
OJK Kasih Denda Rp91 Miliar, Cabut & Bekukan Izin Pelaku Pasar Modal

OJK Kasih Denda Rp91 Miliar, Cabut & Bekukan Izin Pelaku Pasar Modal

August 4, 2026
OJK Kasih Denda Rp91 Miliar, Cabut & Bekukan Izin Pelaku Pasar Modal

OJK Kasih Denda Rp91 Miliar, Cabut & Bekukan Izin Pelaku Pasar Modal

August 4, 2026
IHSG Melesat 1,37% ke level 6.319, Saham Bank-Blue Chip Kompak Terbang

IHSG Melesat 1,37% ke level 6.319, Saham Bank-Blue Chip Kompak Terbang

August 4, 2026
OJK Nilai Sektor Keuangan RI Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

OJK Nilai Sektor Keuangan RI Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

August 4, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, August 4, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Sukses Cetak Laba Kedua Kali, GOTO Sebut Harga Saham Rp50 Undervalued

2 hours ago
in Lifestyle
Sukses Cetak Laba Kedua Kali, GOTO Sebut Harga Saham Rp50 Undervalued
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar saham Indonesia akhir-akhir ini menunjukkan pergerakan yang dipicu oleh ketidakpastian global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi acuan pasar modal Tanah Air, melemah akibat sentimen pasar yang tak kunjung reda.

Di tengah pergerakan IHSG yang terus disoroti oleh para investor, Chief Financial Officer (CFO) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Simon Ho mengungkapkan harga saham GOTO yang saat ini masih berada di level Rp50 adalah salah satu dampak dari melemahnya pasar akibat ketidakpastian ekonomi. Simon memastikan level harga saham GOTO saat ini masih undervalued atau tidak mencerminkan nilai fundamental perusahaan yang sebenarnya.

“Harga saham kami saat ini undervalued, namun seperti yang bisa dilihat fundamental bisnis terus membaik. Pertumbuhan solid, profitabilitas meningkat, dan kami jelas telah membicarakan tentang mencapai laba bersih yang positif, dan bisnis fintech terus berjalan dengan sangat baik,” jelas Simon dalam Economic Update CNBC Indonesia, dikutip Senin (3/8/2026).

Seperti diketahui, pada 31 Juli lalu, GoTo merilis laporan keuangan kuartal II-2026 di mana perseroan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp252 miliar, setelah sebelumnya mencetak laba bersih Rp171 miliar di kuartal I-2026. Nilai transaksi kotor atau gross transaction value/GTV inti grup tumbuh 83% year-on-year (YoY) menjadi Rp 164 triliun, sementara pendapatan bersih tumbuh 31% YoY mencapai Rp5,7 triliun. EBITDA grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya.

Simon menegaskan pencapaian ini adalah bukti dari kekuatan ekosistem GoTo yang terus menunjukan kinerja yang baik di tengah berbagai tantangan yang ada. Terlebih, perusahaan tengah dihadapkan pada babak baru industri ride-hailing setelah adanya pembatasan komisi aplikator sebesar 8% untuk bisnis roda dua angkutan penumpang. Simon memastikan GoTo mampu mengimbangi dampak dari penyesuaian regulasi tersebut.Untuk itu, dia optimistis, target kinerja GoTo tidak akan berubah dan masih sama seperti yang ditargetkan awal tahun.

“Kami di GoTo fokus pada pelanggan, bisnis, dan kinerja demi hasil yang memuaskan. Kami percaya bahwa seiring waktu, seiring kami terus berkinerja, kami percaya harga saham akan sesuai dengan fundamental bisnis,” tegas Simon.

Dikutip dari laporan kinerja keuangan kuartal II-2026, GoTo tidak mengubah pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh, yakni masih di kisaran Rp3,2-3,4 triliun. Namun perseroan menurunkan pedoman kinerja layanan On-Demand services untuk setahun penuh menjadi Rp1,4-1,5 triliun, dari sebelumnya Rp1,7-1,8 triliun, sebagai dampak dari implementasi komisi 8%. Di sisi lain, kinerja Fintech lewat bisnis GoPay diprediksi akan menopang, sehingga GoTo menaikkan pedoman kinerja Fintech untuk setahun penuh menjadi Rp1,7-1,8 triliun, dari sebelumnya Rp1,4-1,5 triliun.

“Namun, saya harus mengingatkan investor bahwa laba bersih kami juga dipengaruhi oleh faktor non-operasional, yang tidak sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan dan manajemen. Misalnya, kami juga memasukkan bagian hasil dari kepemilikan kami, kepemilikan 25% kami di Tokopedia. Sekali lagi, ini adalah operasi yang tidak kami jalankan dan kendalikan secara langsung,” rinci Simon.

Untuk diketahui, GoTo baru-baru ini mengumumkan akan mengurangi modal dengan membatalkan 32,19 miliar saham treasuri hasil pembelian kembali (buyback) saham periode 2024-2025 Saham yang akan dibatalkan tersebut merupakan seluruh saham Seri A hasil pembelian kembali selama 12 Juni 2024 hingga 11 Juni 2025. Sebelumnya, saham itu telah disiapkan sebagai sumber pelaksanaan program pemberian saham kepada manajemen/karyawan (ESOP/MESOP).

Mengacu kinerja 6 bulanan, GoTo mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp607 miliar pada semester I-2026, membalikkan posisi rugi pada semester I-2025 sebesar Rp580 miliar. Dengan pencapaian ini, maka perusahaan yang menaungi bisnis On-demand Service Gojek dan fintech GoPay ini mencatatkan laba bersih dalam 2 kuartal beruntun setelah di kuartal I, perseroan juga mencatat laba bersih atribusi entitas induk sebesar Rp258 miliar.

Selama semester I-2026, pendapatan bersih GoTo tembus Rp10,99 triliun, melesat 28,4% dari pendapatan bersih semester I-2025 yakni Rp8,56 triliun. Pendapatan terbesar masih disumbang jasa pengiriman sebesar Rp3,2 triliun (+16,5%), lalu imbalan jasa Rp3,15 triliun (+14,9%), dan pendapatan pinjaman Rp2,71 triliun (+65%).

Sumbangan pendapatan lain yakni dari pendapatan e-commerce service fee PT Tokopedia Rp551 miliar (+32,3%) dan pendapatan iklan Rp254 miliar (+8%). Sisanya pendapatan lain-lain mencapai Rp1,13 triliun atau melesat 46,5% dari periode semester I tahun lalu.

GOTO juga mencatatkan laba usaha mencapai Rp782 miliar dari sebelumnya rugi usaha Rp172 miliar. Dari sisi aset, GOTO mencatatkan peningkatan 3,8% dibanding Desember 2025 menjadi Rp47,47 triliun dengan besaran kas dan setara kas Rp23 triliun.

 

(rah/rah)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Juni 2026! Transaksi Kripto RI Rp28,58 Triliun, Konsumen 22,69 Juta

Juni 2026! Transaksi Kripto RI Rp28,58 Triliun, Konsumen 22,69 Juta

August 4, 2026
Segera Meluncur 1 Januari 2027, OJK Kasih Bocoran Soal Bursa Mineral

Segera Meluncur 1 Januari 2027, OJK Kasih Bocoran Soal Bursa Mineral

August 4, 2026
OJK Panggil Kredivo & KreditFazz Soal Penagihan di Purworejo

OJK Panggil Kredivo & KreditFazz Soal Penagihan di Purworejo

August 4, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .