• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?

Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?

May 17, 2026
Loker! OJK Buka Pendaftaran Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral

Loker! OJK Buka Pendaftaran Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral

July 15, 2026
Bukan OJK, Ini yang Jadi Pengawas Pusat Finansial Internasional (PFII)

Bukan OJK, Ini yang Jadi Pengawas Pusat Finansial Internasional (PFII)

July 15, 2026
Tak Terduga! Ada Kekuatan Besar di Pasar Saham RI

Tak Terduga! Ada Kekuatan Besar di Pasar Saham RI

July 15, 2026
Rekening Nasabah Bank Jambi Rp144,82 M Dibobol, Warga Asing Terlibat

Rekening Nasabah Bank Jambi Rp144,82 M Dibobol, Warga Asing Terlibat

July 15, 2026
Jurus BI Berhasil! SBN dan SRBI Kebanjiran Dana Asing Rp 105 Triliun

Jurus BI Berhasil! SBN dan SRBI Kebanjiran Dana Asing Rp 105 Triliun

July 15, 2026
OJK Serahkan Kasus Prolife ke Kejaksaan, Henry Surya Jadi Tersangka

OJK Serahkan Kasus Prolife ke Kejaksaan, Henry Surya Jadi Tersangka

July 15, 2026
UU P2SK Dorong Pendalaman Pasar, Kunci Perkuat Investasi

UU P2SK Dorong Pendalaman Pasar, Kunci Perkuat Investasi

July 15, 2026
Video: 8 Program OJK Jalankan UU P2SK: Ekonomi Hijau

Video: 8 Program OJK Jalankan UU P2SK: Ekonomi Hijau

July 15, 2026
Perdagangan RI-China Tembus US Miliar via LCT, Dolar Mulai Tergeser?

Perdagangan RI-China Tembus US$9 Miliar via LCT, Dolar Mulai Tergeser?

July 15, 2026
Misbakhun Kasih Bukti Surat Utang Danantara Bukan Tempat Cuci Uang

Misbakhun Kasih Bukti Surat Utang Danantara Bukan Tempat Cuci Uang

July 15, 2026
RI Punya Bursa Mineral Mulai 2027, OJK & DPR Berikan Penjelasan

RI Punya Bursa Mineral Mulai 2027, OJK & DPR Berikan Penjelasan

July 15, 2026
IHSG Stagnan di Level 6.000an, BBRI dan BMRI Jaga Gawang

IHSG Stagnan di Level 6.000an, BBRI dan BMRI Jaga Gawang

July 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, July 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?

2 months ago
in ENTREPRENEUR
Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Banyak orang baru menyadari pentingnya menabung ketika kondisi keuangan mulai terasa berat. Fenomena ini ternyata juga terjadi di Amerika Serikat (AS), di mana sebagian besar masyarakat mengaku memiliki penyesalan terkait pengelolaan uang mereka.

Salah satu masalah terbesar yang paling banyak disesali adalah tidak memiliki tabungan yang cukup. Mulai dari dana darurat, tabungan pensiun, hingga biaya pendidikan anak disebut menjadi sumber kekhawatiran finansial warga AS.

Kondisi tersebut terungkap dalam survei Bankrate terhadap 2.078 responden di AS. Hasilnya, kurang menabung menjadi penyesalan finansial terbesar masyarakat Negeri Paman Sam tahun ini.

Survei menunjukkan 3 dari 4 orang Amerika memiliki penyesalan finansial, dan sekitar 40% menyebut masalah tabungan sebagai sumber utamanya. Sementara itu, 20% lainnya menyesal karena mengambil terlalu banyak utang, khususnya dari kartu kredit dan pinjaman pendidikan.

“Penyesalan soal tidak menabung cukup untuk pensiun muncul setiap tahun, dan jumlahnya makin besar seiring usia,” ujar analis financial Bankrate, Stephen Kates, dikutip dari CNBC International, Minggu (16/5/2026).

Sementara itu 43% responden mengaku belum melakukan apa pun untuk memperbaiki penyesalan finansial mereka selama setahun terakhir. Ketika ditanya apa yang paling bisa membantu kondisi keuangan mereka, warga AS menyebut kebutuhan pokok yang lebih murah, peluang kerja lebih baik, tarif sewa yang lebih rendah, hingga pasar saham yang kembali pulih.

Kondisi tersebut sebenarnya cukup mirip dengan Indonesia. Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan hanya 76,3% penduduk di Tanah Air yang memiliki rekening bank di lembaga keuangan formal.

Sementara itu, menurut data terakhir dari OJK, terdapat sekitar 29 juta pekerja yang tercatat sebagai peserta dana pensiun. Sementara jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2025 mencapai 154 juta orang.

Apabila saat ini Anda belum memiliki tabungan yang memadai untuk dana darurat dan dana pensiun, tiga pakar keuangan memberikan saran soal bagaimana memperbaiki kondisi finansial tersebut. “Terlambat memulai lebih baik dibandingkan dengan tidak pernah memulai,” kata Jake Martin.

Cara Mengatasi Penyesalan Finansial

Beberapa pakar keuangan AS memberikan strategi yang juga relevan dilakukan oleh masyarakat Indonesia:

1. Bereskan dulu ‘kebakaran finansial’

Utamakan melunasi utang berbunga tinggi seperti kartu kredit atau pinjol. Bunga yang menumpuk dapat menghabiskan ruang tabungan.

Cara lain untuk menambah ruang tabungan adalah dengan memotong pengeluaran tetap, sebuah strategi yang disebut oleh Ashton Lawrence sebagai mengendalikan hal-hal yang bisa dikendalikan.

“Kenali di mana uang untuk hal-hal tidak wajib bocor, apakah untuk makan di luar, terlalu banyak layanan streaming, langganan aplikasi yang sudah lupa, layanan pesan-antar, belanja impulsif, atau gaya hidup yang semakin mahal. Setiap uang yang tidak kamu keluarkan adalah uang yang bisa kamu alokasikan untuk hal yang lebih berguna,” katanya.

2. Siapkan dana darurat untuk hidup 3-6 bulan

Dana darurat mencegah Anda kembali berutang ketika terjadi hal tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau biaya kesehatan mendadak. Persiapkan dana darurat dengan perhitungan biaya hidup selama 3-6 bulan.

Dana darurat juga sangat krusial untuk membantu mengurangi ketergantungan terhadap utang berbunga tinggi saat sesuatu yang di luar dugaan terjadi.

3. Tingkatkan tabungan pensiun

Setelah dua hal di atas dapat dikendalikan, siapkan dana pensiun untuk hari tua.

“Sementara sebagian besar orang menargetkan menabung 5% hingga 10% dari penghasilan mereka, seseorang yang sedang berusaha mengejar ketertinggalan sebaiknya mencari cara untuk meningkatkan porsi tabungannya menjadi 20% hingga 30%, terutama jika mulai menabung serius di usia 40-an,” kata Martin.

Dalam kondisi tertentu, Anda juga mungkin perlu mempertimbangkan menunda usia pensiun jika membutuhkan lebih banyak waktu untuk menabung.

“Jumlah pasti yang perlu Anda tabung akan berbeda-beda tergantung sejumlah faktor, termasuk usia Anda dan gaya hidup yang Anda inginkan saat pensiun,” kata ia.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Loker! OJK Buka Pendaftaran Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral

Loker! OJK Buka Pendaftaran Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral

July 15, 2026
Bukan OJK, Ini yang Jadi Pengawas Pusat Finansial Internasional (PFII)

Bukan OJK, Ini yang Jadi Pengawas Pusat Finansial Internasional (PFII)

July 15, 2026
Tak Terduga! Ada Kekuatan Besar di Pasar Saham RI

Tak Terduga! Ada Kekuatan Besar di Pasar Saham RI

July 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .