• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dolar AS Sudah Kini Rp 17.630, Bisa Tembus Rp18.000?

Dolar AS Sudah Kini Rp 17.630, Bisa Tembus Rp18.000?

May 18, 2026
Loker! OJK Buka Pendaftaran Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral

Loker! OJK Buka Pendaftaran Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral

July 15, 2026
Bukan OJK, Ini yang Jadi Pengawas Pusat Finansial Internasional (PFII)

Bukan OJK, Ini yang Jadi Pengawas Pusat Finansial Internasional (PFII)

July 15, 2026
Tak Terduga! Ada Kekuatan Besar di Pasar Saham RI

Tak Terduga! Ada Kekuatan Besar di Pasar Saham RI

July 15, 2026
Rekening Nasabah Bank Jambi Rp144,82 M Dibobol, Warga Asing Terlibat

Rekening Nasabah Bank Jambi Rp144,82 M Dibobol, Warga Asing Terlibat

July 15, 2026
Jurus BI Berhasil! SBN dan SRBI Kebanjiran Dana Asing Rp 105 Triliun

Jurus BI Berhasil! SBN dan SRBI Kebanjiran Dana Asing Rp 105 Triliun

July 15, 2026
OJK Serahkan Kasus Prolife ke Kejaksaan, Henry Surya Jadi Tersangka

OJK Serahkan Kasus Prolife ke Kejaksaan, Henry Surya Jadi Tersangka

July 15, 2026
UU P2SK Dorong Pendalaman Pasar, Kunci Perkuat Investasi

UU P2SK Dorong Pendalaman Pasar, Kunci Perkuat Investasi

July 15, 2026
Video: 8 Program OJK Jalankan UU P2SK: Ekonomi Hijau

Video: 8 Program OJK Jalankan UU P2SK: Ekonomi Hijau

July 15, 2026
Perdagangan RI-China Tembus US Miliar via LCT, Dolar Mulai Tergeser?

Perdagangan RI-China Tembus US$9 Miliar via LCT, Dolar Mulai Tergeser?

July 15, 2026
Misbakhun Kasih Bukti Surat Utang Danantara Bukan Tempat Cuci Uang

Misbakhun Kasih Bukti Surat Utang Danantara Bukan Tempat Cuci Uang

July 15, 2026
RI Punya Bursa Mineral Mulai 2027, OJK & DPR Berikan Penjelasan

RI Punya Bursa Mineral Mulai 2027, OJK & DPR Berikan Penjelasan

July 15, 2026
IHSG Stagnan di Level 6.000an, BBRI dan BMRI Jaga Gawang

IHSG Stagnan di Level 6.000an, BBRI dan BMRI Jaga Gawang

July 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, July 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Dolar AS Sudah Kini Rp 17.630, Bisa Tembus Rp18.000?

2 months ago
in Market
Dolar AS Sudah Kini Rp 17.630, Bisa Tembus Rp18.000?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah menyentuh level Rp 17.630/US$ pada awal perdagangan Senin (18/5/2026). Padahal, sebelumnya rupiah sempat ditutup menguat pada perdagangan terakhir pekan lalu, Rabu (13/5/2026), sebelum libur panjang.

Saat itu, rupiah ditutup menguat 0,17% ke level Rp17.460/US$. Sebagai catatan, data Refinitiv menunjukkan pergerakan rupiah di pasar NDF telah mencapai Rp 17.680/US$ untuk posisi satu hari, sementara posisi satu tahun penuh telah tembus Rp 18.040/US$.

Pelemahan nilai tukar ini dipengaruhi oleh sentimen global yang masih membayangi pasar serta adanya kebutuhan pasokan dolar AS dalam musim haji 2026. Adapun, pelemahan ini dapat mempengaruhi ekonomi Indonesia pada keseluruhan. 

Kondisi ini pun menimbulkan pertanyaan besar: akan kah rupiah menyentuh level Rp 18.000 dalam waktu dekat?

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai pelemahan rupiah saat ini berasal dari kombinasi tekanan global dan domestik yang datang bersamaan.

Menurutnya, pasar masih menghadapi skenario higher for onger The Fed karena inflasi inti AS masih tinggi. Hal itu membuat dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang emerging market.

Namun, pelemahan rupiah yang lebih dalam dibanding mata uang regional menunjukkan adanya faktor risiko domestik.

“Kalau murni faktor global, pergerakan rupiah seharusnya relatif sejalan dengan ringgit, baht, atau peso. Kenyataannya, pelemahan rupiah lebih dalam dalam beberapa periode terakhir, yang menunjukkan adanya tambahan country risk premium yang diminta investor untuk memegang aset Indonesia,” ujar Yusuf kepada CNBC Indonesia dikutip Senin (18/5/2026).

Lantas, apakah rupiah akan tembus Rp 18.000/US$ dalam waktu dekat?

Yusuf menilai pasar sebaiknya tidak terjebak pada angka psikologis tertentu. Pasalnya, lebih baik memantau indikator penentunya seperti pergerakan DXY, yield US Treasury 10 tahun, capital flow di pasar SBN, posisi cadangan devisa, serta CDS Indonesia sebagai indikator persepsi risiko negara.

“Selama Bank Indonesia masih konsisten melakukan triple intervention, cadangan devisa tetap memadai, dan tidak ada shock tambahan dari sisi fiskal maupun politik, sebenarnya masih ada bantalan untuk menjaga pasar tetap orderly. Tetapi memang harus diakui bahwa ruang gerak kebijakan menjadi lebih sempit dibanding beberapa tahun lalu,” ujarnya.

Yusuf menilai kalau tekanan rupiah berlanjut lebih dalam, dampaknya akan terasa melalui beberapa jalur sekaligus. Adapun yangpling cepat merasakan dampaknya adalah inflasi impor atau imported inflation.

“Harga barang yang bergantung pada impor seperti BBM non-subsidi, obat-obatan, gandum, pakan ternak, hingga barang elektronik akan mulai naik secara bertahap,” ujarnya.

Kepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) M. Rizal Taufikurahman juga menilai peluang rupiah menyentuh Rp 18.000/US$ tetap terbuka jika tekanan global terus berlanjut dan respons kebijakan dinilai pasar tidak cukup kuat.

“Indikator yang perlu dicermati antara lain arus modal asing, cadangan devisa, yield SBN, indeks dolar AS, harga minyak dunia, dan arah kebijakan suku bunga The Fed maupun Bank Indonesia,” ujar Rizal kepada CNBC Indonesia, Senin (18/5/2026).

Dirinya memperingatkan, jika rupiah benar-benar menembus Rp 18.000/US$ dampaknya akan cepat terasa terhadap harga barang impor dan daya beli masyarakat.

“Dunia usaha yang bergantung pada impor akan menghadapi kenaikan biaya produksi, sementara masyarakat akan merasakan tekanan daya beli akibat inflasi yang meningkat,” ujarnya.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Loker! OJK Buka Pendaftaran Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral

Loker! OJK Buka Pendaftaran Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral

July 15, 2026
Bukan OJK, Ini yang Jadi Pengawas Pusat Finansial Internasional (PFII)

Bukan OJK, Ini yang Jadi Pengawas Pusat Finansial Internasional (PFII)

July 15, 2026
Tak Terduga! Ada Kekuatan Besar di Pasar Saham RI

Tak Terduga! Ada Kekuatan Besar di Pasar Saham RI

July 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .