• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Belasan Tahun Mau Go Private, SCPI Kembali Tender OfferBuat Delisting

Belasan Tahun Mau Go Private, SCPI Kembali Tender OfferBuat Delisting

May 18, 2026
Zaman Pak Habibie Rupiah Pernah Balik ke Rp6.000

Zaman Pak Habibie Rupiah Pernah Balik ke Rp6.000

May 18, 2026
Bos BI Pede Rupiah Perkasa Lagi Juli-Agustus 2026, Ini Alasannya!

Bos BI Pede Rupiah Perkasa Lagi Juli-Agustus 2026, Ini Alasannya!

May 18, 2026
Stabilkan Rupiah, BI Sudah Pakai Cadangan Devisa US$ 10 Miliar

Stabilkan Rupiah, BI Sudah Pakai Cadangan Devisa US$ 10 Miliar

May 18, 2026
Stabilkan Rupiah, BI Sudah Pakai Cadangan Devisa US$ 10 Miliar

Stabilkan Rupiah, BI Sudah Pakai Cadangan Devisa US$ 10 Miliar

May 18, 2026
Luhut Bertemu Bos OJK, Bahas Dampak MSCI Hingga Kredit Macet BPR

Luhut Bertemu Bos OJK, Bahas Dampak MSCI Hingga Kredit Macet BPR

May 18, 2026
Luhut Bertemu Bos OJK, Bahas Dampak MSCI Hingga Kredit Macet BPR

Luhut Bertemu Bos OJK, Bahas Dampak MSCI Hingga Kredit Macet BPR

May 18, 2026
Rupiah Sentuh Level Terendah Sepanjang Masa, Dolar AS Kini Rp17.640

Rupiah Sentuh Level Terendah Sepanjang Masa, Dolar AS Kini Rp17.640

May 18, 2026
Rupiah Pernah Balik ke Rp6.000 di Tengah Krisis

Rupiah Pernah Balik ke Rp6.000 di Tengah Krisis

May 18, 2026
Komisi XI DPR Minta BI Balikkan Dolar AS ke Level Rp16.000

Komisi XI DPR Minta BI Balikkan Dolar AS ke Level Rp16.000

May 18, 2026
Momen Anggota DPR Cecar BI Soal Dolar Tembus Rp 17.600

Momen Anggota DPR Cecar BI Soal Dolar Tembus Rp 17.600

May 18, 2026
Bos BI Ramal Dolar Balik ke Rp16.200-16.800 Akhir 2026

Bos BI Ramal Dolar Balik ke Rp16.200-16.800 Akhir 2026

May 18, 2026
Pemegang Dolar Siap-siap! Bos BI: Juli-Agustus Rupiah Bakal Menguat

Pemegang Dolar Siap-siap! Bos BI: Juli-Agustus Rupiah Bakal Menguat

May 18, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, May 18, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Belasan Tahun Mau Go Private, SCPI Kembali Tender OfferBuat Delisting

2 hours ago
in News
Belasan Tahun Mau Go Private, SCPI Kembali Tender OfferBuat Delisting
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten farmasi PT Organon Pharma Indonesia Tbk (SCPI) mengumumkan penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO) seiring rencananya untuk go private atau delisting.

Manajemen SCPI dalam keterbukaan informasi menjelaskan, rencana go private dan delisting tersebut nantinya akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Selasa, 23 Juni 2026.

Bila direstui dalam RUPSLB, Organon LLC selaku pemegang saham utama dan pengendali akan membeli saham milik pemegang saham publik melalui mekanisme VTO.

Organon LLC menetapkan harga penawaran tender sukarela sebesar Rp100.000 per saham kepada pemegang saham publik. Angka ini lebih besar rata-rata harga tertinggi perdagangan harian dalam 12 bulan terakhir sebelum suspensi, yakni sebesar Rp32.063 per saham.

Rencana delisting SCPI diketahui telah bergulir sejak 13 tahun yang lalu. Perseroan telah mengeluarkan pengumuman niat delisting sukarela perseroan yaitu pada 22 Maret 2013.

Namun, proses delisting tak kunjung usai. Saham SCPI resmi dihentikan (suspend) pada 1 Februari 2013 dengan harga terakhir Rp29.000 per lembar.

Ada aturannya jika perusahaan akan delisting sukarela, pemegang saham pengendali membeli saham dari public dengan harga tertentu. Pemegang saham public terima uang dan tidak lagi menjadi pemegang saham perseroan.

Saat itu, saham SCPI yang dimiliki publik sebanyak 10,8% yang rencananya akan dibeli seharga Rp100 ribu per lembar saham. Aksi ini membuat SCPI merogoh kocek sebanyak Rp38,91 miliar.

SCPI telah melakukan tender offer pada periode 3 Desember 2018 hingga 3 Januari 2019. Waktu itu SCPI menawarkan Rp100 ribu untuk satu lembar saham. Namun tender Offer ini gagal.

Dari 46.464 saham publik, saham yang berhasil buy back hanya 2.800 saham dari 471 pihak yang memiliki saham tersebut, sehingga hanya berkurang menjadi 43.664 saham yang dimiliki oleh 440 pihak.

Hal itu kemudian membuat induk usaha yang ada di Amerika serikat melakukan spin off dan melepas sahamnya kepada anak usaha baru yaitu Organon & Co. Dengan demikian saham yang dimiliki publik berkurang menjadi hanya 1,21% saja.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Zaman Pak Habibie Rupiah Pernah Balik ke Rp6.000

Zaman Pak Habibie Rupiah Pernah Balik ke Rp6.000

May 18, 2026
Bos BI Pede Rupiah Perkasa Lagi Juli-Agustus 2026, Ini Alasannya!

Bos BI Pede Rupiah Perkasa Lagi Juli-Agustus 2026, Ini Alasannya!

May 18, 2026
Stabilkan Rupiah, BI Sudah Pakai Cadangan Devisa US$ 10 Miliar

Stabilkan Rupiah, BI Sudah Pakai Cadangan Devisa US$ 10 Miliar

May 18, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .