• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
BI Rate Naik Tapi Bank Masih Bisa Jaga Suku Bunga Kredit Rendah

BI Rate Naik Tapi Bank Masih Bisa Jaga Suku Bunga Kredit Rendah

May 20, 2026
Kenaikan BI Rate 50 Bps Sudah Pertimbangkan Ekonomi RI

Kenaikan BI Rate 50 Bps Sudah Pertimbangkan Ekonomi RI

May 20, 2026
Bos Telkom (TLKM) Beri Kisi-Kisi Dividen Tahun Ini, Bakal Naik?

Bos Telkom (TLKM) Beri Kisi-Kisi Dividen Tahun Ini, Bakal Naik?

May 20, 2026
BI Target Perluas QRIS Cross Border hingga ke Timor Leste di 2026

BI Target Perluas QRIS Cross Border hingga ke Timor Leste di 2026

May 20, 2026
Video:OJK Sempurnakan Ketentuan RBC Perkuat Permodalan, Asuransi Siap?

Video:OJK Sempurnakan Ketentuan RBC Perkuat Permodalan, Asuransi Siap?

May 20, 2026
Ekspor Batu Bara Harus Lewat BUMN Khusus, Gimana Nasib Eksportir?

Ekspor Batu Bara Harus Lewat BUMN Khusus, Gimana Nasib Eksportir?

May 20, 2026
Jumlah Investor Domestik Tembus 26,7 Juta, Mayoritas Anak Muda

Jumlah Investor Domestik Tembus 26,7 Juta, Mayoritas Anak Muda

May 20, 2026
Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600

Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600

May 20, 2026
Transaksi Digital Masih Tumbuh Tinggi, QRIS Meroket 108% di April

Transaksi Digital Masih Tumbuh Tinggi, QRIS Meroket 108% di April

May 20, 2026
BI Rate Naik 50%, Rupiah Menguat ke Rp 17.600 per USD

BI Rate Naik 50%, Rupiah Menguat ke Rp 17.600 per USD

May 20, 2026
Hasil Stress Test Perbankan RI ‘Tetap Kuat’ di Mei 2026

Hasil Stress Test Perbankan RI ‘Tetap Kuat’ di Mei 2026

May 20, 2026
Mengejutkan! BI Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Bps Jadi 5,25%

Mengejutkan! BI Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Bps Jadi 5,25%

May 20, 2026
Breaking, IHSG Terkoreksi 0,8% Usai BI Putuskan Kerek Suku Bunga

Breaking, IHSG Terkoreksi 0,8% Usai BI Putuskan Kerek Suku Bunga

May 20, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, May 20, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

BI Rate Naik Tapi Bank Masih Bisa Jaga Suku Bunga Kredit Rendah

53 minutes ago
in Lifestyle
BI Rate Naik Tapi Bank Masih Bisa Jaga Suku Bunga Kredit Rendah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan, bank-bank di Indonesia masih bisa menahan suku bunga kreditnya di level rendah, meskipun dewan gubernur BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis points, menjadi 5,25%.

Perry mengatakan, bank masih bisa mempertahankan suku bunga kredit di level rendah karena BI mengarahkan kebijakan makroprudensial yang longgar, sebagai bentuk insentif kepada bank untuk tetap gencar menyalurkan kreditnya.

“Dari kebijakan makroprudensial longgar memberikan insentif ke bank yang menyalurkan kredit dan jaga suku bunga tetap rendah. Hari ini kami tingkatkan terus mendorong pertumbuhan kredit,” kata Perry saat konferensi pers, Rabu (20/5/2026).

Kebijakan makroprudensial itu di antaranya ialah pelonggaran kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) melalui perluasan cakupan dan penguatan kriteria surat berharga/surat berharga syariah korporasi yang dimiliki dan diterbitkan oleh bank yang digunakan sebagai dasar perhitungan RIM, yang berlaku efektif mulai 1 Juli 2026.

“Bank-bank itu ada ketentuan RIM antara 84%-94%, nah kami mendorong pemenuhan 84%-94% ini adalah memperluas cakupannya, dari sisi liabilitas atau funding tidak hanya DPK tradisional, tapi juga penerbitan sekuritas, surat berharga baik konvensional maupun syariah,” tegas Perry.

“Dari sisi penyaluran dana tidak hanya kredit tapi juga pembelian bank-bank surat berharga konvensional dan syariah, sehingga ini luas cakupannya, sehingga daya dorong bank mendorong pertumbuhan kredit diperluas,” paparnya.

Kebijakan ini ditambah dengan peningkatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan memberikan tambahan insentif paling tinggi sebesar 0,5% dari DPK untuk bank yang memenuhi nilai RIM sesuai dengan rentang yang ditetapkan oleh Bank Indonesia namun belum memanfaatkan insentif maksimum KLM sebesar 5,5%, yang berlaku efektif mulai 1 Agustus 2026.

Adapun insentif KLM sendiri kata dia hingga pekan pertama Mei 2026 telah diperoleh bank sebesar Rp 424,7 triliun, dengan alokasi pada lending channel sebesar Rp361,0 triliun serta interest rate channel sebesar Rp63,7 triliun.

Berdasarkan kelompok bank, KLM disalurkan masing-masing kepada bank BUMN sebesar Rp214,2 triliun, BUSN sebesar Rp171,1 triliun, BPD sebesar Rp30,6 triliun, dan KCBA sebesar Rp8,2 triliun.

Secara sektoral, KLM telah disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, mencakup sektor Pertanian, Industri, dan Hilirisasi, sektor Jasa termasuk Ekonomi Kreatif, sektor Konstruksi, Real Estate, dan Perumahan, serta sektor UMKM, Koperasi, Inklusi, dan Berkelanjutan.

“Ke depan, KLM akan terus diperkuat dengan memberikan insentif bagi bank yang meningkatkan pembiayaan dan pendanaan, termasuk non-kredit dan non-DPK, serta bagi bank yang menetapkan suku bunga kredit/pembiayaan yang sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia,” ucap Perry.

Perry mencatat kinerja kredit hingga April 2026 memang masih mengalami pertumbuhan sebesar 9,98%, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 9,49% (yoy).

Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada April 2026 masing-masing tumbuh sebesar 19,48% (yoy), 6,04% (yoy), dan 6,13% (yoy).

“Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12%. Prospek ini didukung oleh masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) sebesar Rp2.551,42 triliun atau 22,57% dari plafon kredit yang tersedia, serta memadainya kapasitas pembiayaan bank tecermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 25,39% dan DPK yang masih tumbuh tinggi sebesar 11,39% (yoy) pada April 2026,” ucap Perry.

Efisiensi suku bunga perbankan juga dapat ditingkatkan, sebab Perry mengatakan pada April 2026 suku bunga kredit tercatat sebesar 8,73% dan suku bunga deposito 1 bulan sebesar 4,16%.

“Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif antara lain melalui penguatan kebijakan RIM dan KLM untuk terus mendukung penyaluran kredit/pembiayaan perbankan,” ucap Perry.

(arj/arj)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kenaikan BI Rate 50 Bps Sudah Pertimbangkan Ekonomi RI

Kenaikan BI Rate 50 Bps Sudah Pertimbangkan Ekonomi RI

May 20, 2026
Bos Telkom (TLKM) Beri Kisi-Kisi Dividen Tahun Ini, Bakal Naik?

Bos Telkom (TLKM) Beri Kisi-Kisi Dividen Tahun Ini, Bakal Naik?

May 20, 2026
BI Target Perluas QRIS Cross Border hingga ke Timor Leste di 2026

BI Target Perluas QRIS Cross Border hingga ke Timor Leste di 2026

May 20, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .