Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan healthcare PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Rabu, (8/8/2026).
Saat pembukaan, EMMI mencatatkan harga Rp525 per lembar saham. EMMI telah berhasil naik dengan peningkatan 11,7% di awal pembukaan perdagangan bursa.
Melalui Penawaran Umum Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO), EMMI menerbitkan sebanyak 522,86 juta saham baru, yang mewakili sekitar 30% dari modal
ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Direktur EMMI Florian Chris Widjaja mengatakan, dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, melakukan ekspansi fasilitas produksi, serta mendukung kebutuhan modal kerja Perseroan.
“Hari ini kami resmi menjadi bagian dari keluarga besar emiten di BEI. Status perusahaan terbuka akan mendorong kami untuk semakin memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi informasi, dan mempercepat langkah kami dalam membangun ekosistem alat kesehatan yang lebih mandiri di Indonesia,” ujar Florian di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, (8/7/2026).
Dana hasil IPO akan difokuskan untuk tiga prioritas utama diantaranya, penguatan struktur permodalan, pengembangan fasilitas produksi, dan penambahan modal kerja. Sebagian dana akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank, sebagian untuk pembangunan gedung pabrik baru di Cikupa, dan sisanya untuk pembelian persediaan serta kebutuhan modal kerja terkait proyek dan pengadaan alat kesehatan.
Presiden Komisaris EMMI Surya Gunawan Widjaja mengatakan, dengan dukungan investor publik, perseroan akan mempercepat pengembangan kapasitas produksi dalam negeri dan meningkatkan kemampuan kami dalam memenuhi kebutuhan alat kesehatan, baik untuk proyek pemerintah maupun swasta.
“Fokus kami tetap pada penyediaan produk yang andal, layanan yang responsif, dan solusi yang relevan bagi dunia kesehatan. Hal tersebut sejalan dengan moto perusahaan yang berbunyi, rakyat sehat, negara kuat dan maju,” ungkapnya.
Ke depannya, Perseroan akan melanjutkan strategi pertumbuhan dengan mengembangkan lini produk alat kesehatan produksi lokal, memperluas jaringan distribusi, dan memperkuat kerja sama dengan prinsipal internasional, termasuk mitra strategis yang telah bergabung dalam pengembangan fasilitas produksi di Indonesia.
(ayh/ayh)
Add
as a preferred
source on Google


















