• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Kini Tembus Rp18.070

Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Kini Tembus Rp18.070

July 9, 2026
Video: Jurus Bisnis Produk Rumah Tangga

Video: Jurus Bisnis Produk Rumah Tangga

July 9, 2026
Profil Henry Surya Pemilik Indosurya & Asuransi Prolife

Profil Henry Surya Pemilik Indosurya & Asuransi Prolife

July 9, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,67% Balik ke Level 5.900

IHSG Ditutup Menguat 0,67% Balik ke Level 5.900

July 9, 2026
Potret Puing-Puing Boeing 737 Hilang saat Lepas Landas, Pecah di Laut

Potret Puing-Puing Boeing 737 Hilang saat Lepas Landas, Pecah di Laut

July 9, 2026
Henry Surya Tilep Ratusan Miliar Duit Asuransi, OJK Kejar Sisa Asetnya

Henry Surya Tilep Ratusan Miliar Duit Asuransi, OJK Kejar Sisa Asetnya

July 9, 2026
Buat Perkuat Rupiah, Ekonom Hitung RI Butuh Investasi Asing US$ 11 M

Buat Perkuat Rupiah, Ekonom Hitung RI Butuh Investasi Asing US$ 11 M

July 9, 2026
OJK Sempurnakan Aturan Bursa Karbon, Harus Terdaftar di SRUK

OJK Sempurnakan Aturan Bursa Karbon, Harus Terdaftar di SRUK

July 9, 2026
Masa Depan Kita Sangat Cerah!

Masa Depan Kita Sangat Cerah!

July 9, 2026
Hari Ini Terakhir! Bea Cukai Buka Lowongan untuk Lulusan SMA

Hari Ini Terakhir! Bea Cukai Buka Lowongan untuk Lulusan SMA

July 9, 2026
Ada Bank Sudah Jual Dolar di Rp 18.385

Ada Bank Sudah Jual Dolar di Rp 18.385

July 9, 2026
Tilep Ratusan Miliar Duit Asuransi, OJK Kejar Sisa Aset Henry Surya

Tilep Ratusan Miliar Duit Asuransi, OJK Kejar Sisa Aset Henry Surya

July 9, 2026
OJK Ungkap Modus Henry Surya Gelapkan Dana Pemegang Polis Prolife

OJK Ungkap Modus Henry Surya Gelapkan Dana Pemegang Polis Prolife

July 9, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 9, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Kini Tembus Rp18.070

2 hours ago
in Market
Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Kini Tembus Rp18.070
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup melemah tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (9/7/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda terdepresiasi 0,44% dan parkir di level Rp18.070/US$. Posisi ini sekaligus menjadi level terlemah rupiah dalam sekitar sebulan terakhir. Rupiah juga kembali ditutup di atas level psikologis Rp18.000/US$ untuk pertama kalinya sejak 9 Juni 2026.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah konsisten berada di zona merah. Mata uang Garuda sudah dibuka melemah 0,33% ke level Rp18.050/US$, lalu tekanannya semakin dalam hingga sempat menyentuh Rp18.095/US$. Hanya selangkah lagi menembus level psikologis berikutnya di Rp18.100/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,10% ke level 100,892.


Dinamika dolar AS juga masih menjadi perhatian pasar. Greenback dalam beberapa waktu terakhir masih berada di level yang kuat setelah mendapat dukungan dari meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, yang mendorong permintaan terhadap aset aman atau safe haven.

Harga energi yang lebih tinggi berpotensi kembali menekan inflasi global dan memengaruhi ekspektasi terhadap arah suku bunga bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed).

Pasar menilai lonjakan harga minyak dapat mempercepat waktu kenaikan suku bunga The Fed. Kondisi ini ikut menopang dolar AS karena pasar kembali memperhitungkan risiko suku bunga AS yang lebih tinggi.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus bergejolak belakangan ini dinilai tidak serta-merta menjadi angin segar bagi investasi asing di sektor industri.

Alih-alih memborong lahan karena harganya menjadi lebih murah dalam valuta asing, investor luar negeri justru cenderung mengambil sikap bertahan atau wait and see.

CEO Leeds Property Hendra Hartono mengungkapkan, ketidakstabilan rupiah justru merusak kalkulasi jangka panjang para investor, khususnya terkait tingkat pengembalian investasi atau return on investment (ROI).

“Kalau rupiah lagi gonjang-ganjing begini, investor asing tidak bakal langsung masuk. Walaupun mereka melihat rupiah murah, mereka justru sedang menghitung how low can it go? Kalau beli sekarang, nanti kalau rupiah terus melemah mereka makin rugi. Apalagi kalau disewakan kembali, ROI-nya jadi tidak ketemu saat dikonversi ke dolar,” ujar Hendra kepada CNBC Indonesia, Kamis (9/7/2026).

Menurut Hendra, sektor industri biasanya menjadi tahap akhir yang disentuh investor asing ketika masuk ke suatu negara. Investor umumnya melewati proses adaptasi lebih dulu sebelum benar-benar menyuntikkan modal besar untuk pabrik atau lahan.

“Investor asing itu tidak datang langsung cari pabrik. Mereka lewat siklus dulu; tinggal di hotel, bicara dengan corporate lawyer atau pengusaha lokal untuk joint venture. Lalu mereka sewa service apartment, pindah ke service office untuk tim kecil, baru cari kantor besar. Terakhir, kalau sudah yakin dengan stabilitas politik dan ekonomi di Indonesia, baru mereka investasi di pabrik,” jelasnya.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Video: Jurus Bisnis Produk Rumah Tangga

Video: Jurus Bisnis Produk Rumah Tangga

July 9, 2026
Profil Henry Surya Pemilik Indosurya & Asuransi Prolife

Profil Henry Surya Pemilik Indosurya & Asuransi Prolife

July 9, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,67% Balik ke Level 5.900

IHSG Ditutup Menguat 0,67% Balik ke Level 5.900

July 9, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .