• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 T, Kredit Harus Mengalir ke UMKM

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 T, Kredit Harus Mengalir ke UMKM

September 3, 2026
BTN Tinggal Tunggu Aturan BP Tapera Eksekusi KPR Tenor 40 Tahun

BTN Tinggal Tunggu Aturan BP Tapera Eksekusi KPR Tenor 40 Tahun

September 4, 2026
BTN Rombak Jajaran Direksi, Ini Alasannya

BTN Rombak Jajaran Direksi, Ini Alasannya

September 4, 2026
Jelang Konsolidasi Asuransi BUMN, Klaim Rasio Asuransi Kredit Naik 99%

Jelang Konsolidasi Asuransi BUMN, Klaim Rasio Asuransi Kredit Naik 99%

September 4, 2026
Orang Kaya RI Makin Banyak, Ini Prospek Asuransi Berbasis USD

Orang Kaya RI Makin Banyak, Ini Prospek Asuransi Berbasis USD

September 4, 2026
Daftar Lengkap 13 Bank yang Tutup Hingga September 2026

Daftar Lengkap 13 Bank yang Tutup Hingga September 2026

September 4, 2026
Nixon Tetap Dirut, Lima Kursi Direksi Berubah

Nixon Tetap Dirut, Lima Kursi Direksi Berubah

September 4, 2026
Adhi Karya Pangkas Seluruh Anak Usaha

Adhi Karya Pangkas Seluruh Anak Usaha

September 4, 2026
IHSG Gagal Happy Weekend, Terkoreksi 0,47% ke Level 6.636

IHSG Gagal Happy Weekend, Terkoreksi 0,47% ke Level 6.636

September 4, 2026
Batas Harga Saham Rp 50 Dihapus, Ini Efeknya ke Investor-Emiten

Batas Harga Saham Rp 50 Dihapus, Ini Efeknya ke Investor-Emiten

September 4, 2026
Serangan AS Bikin Harga Minyak Naik, Apa Efeknya ke Rupiah?

Serangan AS Bikin Harga Minyak Naik, Apa Efeknya ke Rupiah?

September 4, 2026
Transaksi & Ekosistem Terus Tumbuh, Kinerja BMRI Tetap Solid

Transaksi & Ekosistem Terus Tumbuh, Kinerja BMRI Tetap Solid

September 4, 2026
Arus Modal Asing Masuk Tapi IHSG Masih Fluktuatif, Ini Kata Analis

Arus Modal Asing Masuk Tapi IHSG Masih Fluktuatif, Ini Kata Analis

September 4, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, September 4, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 T, Kredit Harus Mengalir ke UMKM

1 day ago
in ENTREPRENEUR
BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 T, Kredit Harus Mengalir ke UMKM
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) memperkuat kebijakan likuiditas perbankan agar tidak hanya berhenti di sistem keuangan, tetapi benar-benar mengalir menjadi pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor-sektor prioritas.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan penguatan transmisi likuiditas tersebut dilakukan melalui sinergi lintas lembaga dan penyempurnaan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

“Karena itu, sinergi dengan Pemerintah dan dunia usaha menjadi penting untuk memastikan likuiditas yang tersedia benar-benar bermuara pada ekspansi usaha, peningkatan produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Destry, Kamis (3/9/2026).

BI telah menaikkan insentif KLM dari sebelumnya 5,5% menjadi 6% mulai September 2026. Hingga awal Agustus 2026, total insentif yang telah diperoleh perbankan mencapai Rp446,5 triliun atau setara 5,02% dari Dana Pihak Ketiga (DPK).

Menurut Destry, tambahan likuiditas tersebut perlu diikuti dengan peningkatan permintaan kredit. Pasalnya, masih terdapat ruang yang cukup besar dari undisbursed loan atau plafon kredit yang telah disetujui tetapi belum ditarik oleh debitur.

Dengan demikian, tantangan penguatan intermediasi perbankan tidak hanya berada pada sisi pasokan likuiditas, tetapi juga bagaimana mendorong dunia usaha untuk meningkatkan permintaan pembiayaan.

Destry menegaskan, BI akan terus menggunakan bauran kebijakan untuk memastikan kebijakan makroprudensial dapat mendorong pertumbuhan kredit sekaligus tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan likuiditas perbankan yang memadai harus ditransmisikan secara efektif ke sektor riil agar memberikan dampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Ia menyebut pertumbuhan kredit saat ini terjadi baik pada kelompok bank Himbara maupun bank swasta.

“Ke depan, tantangannya bukan hanya menjaga pertumbuhan kredit secara agregat, tetapi memastikan likuiditas semakin mengalir ke sektor-sektor produktif dan UMKM sehingga lebih inklusif dan memberikan multiplier effect yang lebih besar bagi perekonomian,” ujar Friderica.

Menurutnya, penguatan pembiayaan UMKM membutuhkan sinergi antara Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Di sisi lain, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menilai kondisi perbankan nasional masih sehat. Kondisi tersebut tercermin dari permodalan yang kuat, risiko kredit yang rendah, serta pertumbuhan DPK.

Anggito menekankan pentingnya menjaga disiplin pasar dalam penghimpunan dana perbankan agar persaingan tidak mendorong kenaikan biaya dana.

Dalam hal ini, LPS menggunakan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) sebagai salah satu instrumen untuk menjaga disiplin pasar. Tingkat bunga penjaminan bergerak mengikuti kondisi suku bunga pasar sehingga biaya dana perbankan tetap terkendali.

Dengan biaya dana yang lebih terjaga, ruang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit dengan suku bunga yang lebih kompetitif juga semakin terbuka.

Destry menegaskan sinergi antarlembaga menjadi kunci agar kebijakan likuiditas dan pembiayaan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian.

“Sinergi Merah Putih bukan sekadar bekerja sama, melainkan menyatukan kekuatan dan menyelaraskan langkah antarlembaga untuk menghasilkan dampak yang lebih nyata bagi pertumbuhan ekonomi, penguatan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja,” tegasnya.

Ke depan, BI akan terus menjaga kecukupan likuiditas sekaligus memperkuat transmisi suku bunga kebijakan agar intermediasi perbankan semakin efektif dalam mendukung pembiayaan sektor riil.

Kebijakan tersebut akan ditempuh melalui bauran kebijakan yang diarahkan untuk memperkuat penyaluran kredit, meningkatkan produktivitas dunia usaha, serta menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BTN Tinggal Tunggu Aturan BP Tapera Eksekusi KPR Tenor 40 Tahun

BTN Tinggal Tunggu Aturan BP Tapera Eksekusi KPR Tenor 40 Tahun

September 4, 2026
BTN Rombak Jajaran Direksi, Ini Alasannya

BTN Rombak Jajaran Direksi, Ini Alasannya

September 4, 2026
Jelang Konsolidasi Asuransi BUMN, Klaim Rasio Asuransi Kredit Naik 99%

Jelang Konsolidasi Asuransi BUMN, Klaim Rasio Asuransi Kredit Naik 99%

September 4, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .