
Jakarta, CNBC Indonesia – PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan pasar modal Indonesia masuk menjadi salah satu 10 bursa terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar dan nilai transaksi.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pihaknya telah menetapkan arah strategis jangka panjang untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang maju, inklusif, dan berdaya saing global. Salah satu aspirasinya adalah masuk menjadi salah satu dari 10 bursa terbesar di dunia.
“Aspirasi tersebut kami terjemahkan ke dalam sejumlah target utama pada 2030, yaitu kapitalisasi pasar sebesar Rp30.000 triliun dengan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp31 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Sebagai informasi, saat ini nilai kapitalisasi pasar BEI sebesar Rp9.092 triliun, lebih rendah dibandingkan dengan capaian awal tahun setelah mengalami beberapa fluktuasi. Dari nilai kapitalisasi pasar terkini, maka dibutuhkan peningkatan sekitar Rp20.908 triliun untuk mencapai target pada 2030.
Kapitalisasi pasar modal RI sempat menyentuh rekor tertinggi senilai Rp16.640 triliun pada 19 Januari 2026. Bursa pernah menyampaikan per Juni 2026 pasar modal Indonesia menempati posisi ke-18 berdasarkan rata-rata nilai transaksi harian dan posisi ke-20 berdasarkan kapitalisasi pasar secara global.
Dari sisi rata-rata nilai transaksi harian berdasarkan data perdagangan per Selasa (27/10/2026) tercatat senilai Rp20,46 triliun. Selain itu, BEI juga membidik 1.100 perusahaan tercatat serta 35 juta investor pasar modal pada 2030.
Sementara, berdasarkan data statistik BEI, saat ini untuk perusahaan tercatat sebanyak 963 perusahaan, yang terdiri dari 271 di papan utama, 500 perusahaan di papan pengembangan, dan 41 perusahaan di papan akselerasi.
Adapun, untuk mencapai target tersebut, BEI telah menyusun strategy house yang terdiri dari 4 pilar bisnis dan dukungan 5 enabler sebagai landasan penguatan pertumbuhan dan daya saing pasar modal Indonesia.
Jeffrey melanjutkan arah strategis itu diwujudkan melalui tiga kelompok inisiatif flagship, yaitu penguatan likuiditas dan akses pasar, perluasan fundraising dan pembentukan modal, serta pengembangan produk dan infrastruktur baru.
Menurutnya, ketiganya diarahkan untuk meningkatkan kedalaman dan likuiditas pasar, memperluas sumber pendanaan bagi perusahaan, serta menghadirkan produk dan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan pelaku pasar.
“Kami menyadari bahwa pencapaian target jangka panjang tersebut memerlukan tahapan implementasi yang terarah dan berkesinambungan,” ucapnya.
(asr/asr)



















