
Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut Danantara Indonesia telah menyampaikan penawaran untuk menjadi pemegang saham baru setelah proses demutualisasi bursa. Saat ini proses tersebut masih berada pada tahap uji tuntas atau due diligence.
“Penawaran sudah, due diligence sedang berjalan. Tetapi kan proses sedang berjalan,” ujar Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik kepada wartawan, usai RUPSLB BEI, di Jakarta, Rabu, (28/10/2026).
Jeffrey menjelaskan, sejauh ini penawaran untuk menjadi pemegang saham baru BEI baru disampaikan oleh Danantara Indonesia. Sementara itu, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BEI) belum menyampaikan penawaran serupa.
Ketika ditanya mengenai bDesaran penawaran yang diajukan Danantara, Jeffrey belum dapat mengungkapkan nilainya kepada publik. Menurutnya, informasi tersebut belum bisa disampaikan karena proses penjajakan dan uji tuntas masih berlangsung.
Adapun pemegang saham BEI telah menyetujui rencana demutualisasi bursa, yakni perubahan struktur kepemilikan dari yang sebelumnya dimiliki oleh anggota bursa menjadi struktur kepemilikan yang lebih terbuka. Meski demikian, BEI masih harus menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) lanjutan untuk membahas rencana aksi korporasi berupa penerbitan saham baru melalui mekanisme rights issue.
Melalui aksi korporasi tersebut, BEI akan menerbitkan saham baru sebagai bagian dari proses demutualisasi dan pembukaan peluang kepemilikan bagi pemegang saham baru.
(rob/rob)



















