• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Breaking News! Dolar AS Masih Berada di Level Rp17.100 Pagi Ini

Breaking News! Dolar AS Masih Berada di Level Rp17.100 Pagi Ini

April 15, 2026
Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

October 15, 2026
Pasar Saham Kebakaran

Pasar Saham Kebakaran

October 15, 2026
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

October 15, 2026
Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

October 15, 2026
Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

October 15, 2026
IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Breaking News! Dolar AS Masih Berada di Level Rp17.100 Pagi Ini

6 months ago
in News
Breaking News! Dolar AS Masih Berada di Level Rp17.100 Pagi Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Rabu (15/4/2026), di tengah pelemahan dolar AS di pasar global.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengawali perdagangan di zona hijau dengan apresiasi sebesar 0,06% ke posisi Rp17.100/US$. Penguatan ini membalikkan arah pergerakan rupiah setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya masih melemah tipis 0,09% ke level Rp17.110/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau stabil di level 98,125 pada pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, indeks ini ditutup melemah 0,25%, menandakan tekanan terhadap dolar AS masih berlanjut.


Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi faktor eksternal, terutama dinamika dolar AS di pasar global yang sedang berada dalam tren pelemahan. Kondisi ini memberi ruang bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah, untuk bergerak menguat.

Dolar AS sendiri masih bertahan di dekat level terendah dalam enam pekan terakhir. Pelemahan ini terjadi setelah muncul harapan akan dibukanya kembali perundingan antara AS dan Iran, sehingga mendorong sentimen pasar menjadi lebih positif dan minat investor terhadap aset berisiko kembali meningkat.

Harapan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada Selasa waktu setempat mengatakan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri perang berpeluang dilanjutkan kembali di Pakistan dalam beberapa hari ke depan. Sebelumnya, negosiasi pada akhir pekan dilaporkan gagal, yang sempat memicu Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Di sisi lain, Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia masih efektif tertutup sejak perang AS-Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari 2026. Situasi ini sempat mendorong lonjakan harga minyak dan menekan sentimen investor global.

Selain didorong pelemahan dolar AS, ruang penguatan rupiah juga mendapat sokongan dari pandangan positif terhadap ketahanan ekonomi Indonesia. Di tengah tekanan geopolitik global, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ekonomi Indonesia tetap mendapat pengakuan dari pelaku pasar global dan lembaga multilateral.

Salah satunya datang dari Asian Development Bank (ADB) yang memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh stabil sebesar 5,2% pada 2026 dan 2027, lebih tinggi dibanding realisasi 5,1% pada 2025. Proyeksi tersebut tertuang dalam laporan Asian Development Outlook April 2026: The Middle East Conflict Challenges Resilience in Asia and the Pacific.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

October 15, 2026
Pasar Saham Kebakaran

Pasar Saham Kebakaran

October 15, 2026
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .