
Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten Haji Isam, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) atau rights issue.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip Jumat (23/10/2026), perseroan berencana menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru lewat rights issue dengan perkiraan nilai sebanyak -banyaknya Rp 8,19 triliun.
“Sesuai dengan POJK HMETD, pelaksanaan PMHMETD II dapat dilaksanakan setelah perseroan memperoleh persetujuan dari RUPSLB sehubungan dengan PMHMETD II; perseroan menyampaikan pernyataan pendaftaran dalam rangka PMHMETD II beserta dokumen pendukungnya kepada OJK; dan pernyataan pendaftaran dalam rang ka PMHMETD II dinyatakan efektif oleh OJK,” tulis manajemen PACK.
Sehubungan dengan ketentuan tersebut, maka rencana pelaksanaan PMHMETD II akan dimintakan persetujuan para pemegang saham terlebih dahulu dalam RUPSLB yang akan diselenggarakan pada tanggal 30 November 2026.
Perseroan berencana untuk menggunakan dana hasil pelaksanaan PMHMETD II, kata manajemen PACK, untuk keperluan pelunasan pinjaman, pembelian saham Denway Development Limited (DDL), dan modal kerja perseroan dan/atau entitas anak perseroan. Perseroan berencana untuk menggunakan dana hasil pelaksanaan PMHMETD II, kata manajemen PACK, untuk keperluan pelunasan pinjaman, pembelian saham DDL, dan modal kerja perseroan dan/atau entitas anak perseroan.
(ayh/ayh)


















