• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Minyak Anjlok ke US$ 64, OPEC+ dan Tarif AS Jadi Pemicunya

Harga Minyak Anjlok ke US$ 64, OPEC+ dan Tarif AS Jadi Pemicunya

July 1, 2025
Bos OJK Dorong SLIK Bersih Dalam 3 Hari, Ambil Kredit Lebih Gampang

Bos OJK Dorong SLIK Bersih Dalam 3 Hari, Ambil Kredit Lebih Gampang

July 6, 2026
PTPN III Butuh Belanja Modal Rp140 Triliun Buat 5 Tahun

PTPN III Butuh Belanja Modal Rp140 Triliun Buat 5 Tahun

July 6, 2026
Menteri Ara Mau Lawan Rentenir Pakai Program Ini

Menteri Ara Mau Lawan Rentenir Pakai Program Ini

July 6, 2026
Transformasi Energi Bantu Industri Hemat Energi & Berkelanjutan

Transformasi Energi Bantu Industri Hemat Energi & Berkelanjutan

July 6, 2026
2026, PTPN III Bidik Pendapatan Naik 40%, Tapi Laba Turun Tipis

2026, PTPN III Bidik Pendapatan Naik 40%, Tapi Laba Turun Tipis

July 6, 2026
Pengawasan Berlapis PFII Demi Cegah Risiko Pencucian Uang

Pengawasan Berlapis PFII Demi Cegah Risiko Pencucian Uang

July 6, 2026
Laba Holding Perkebunan (PTPN III) Lompat 81% Jadi Rp6,39 T di 2025

Laba Holding Perkebunan (PTPN III) Lompat 81% Jadi Rp6,39 T di 2025

July 6, 2026
Perkuat Kontribusi, Ini Strategi Antam Dongkrak Kinerja

Perkuat Kontribusi, Ini Strategi Antam Dongkrak Kinerja

July 6, 2026
Modal Awal Lembaga Pengelola PFII dari Danantara-Barang Milik Negara

Modal Awal Lembaga Pengelola PFII dari Danantara-Barang Milik Negara

July 6, 2026
FCA Dievaluasi, Bursa Revisi 3 Kriteria Saham Papan Pemantauan Khusus

FCA Dievaluasi, Bursa Revisi 3 Kriteria Saham Papan Pemantauan Khusus

July 6, 2026
IHSG Sesi II Ditutup Menguat 0,69% ke Level 5.916

IHSG Sesi II Ditutup Menguat 0,69% ke Level 5.916

July 6, 2026
Video: Nasib IHSG & Rupiah Saat Inflasi Naik

Video: Nasib IHSG & Rupiah Saat Inflasi Naik

July 6, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, July 6, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Harga Minyak Anjlok ke US$ 64, OPEC+ dan Tarif AS Jadi Pemicunya

1 year ago
in Market
Harga Minyak Anjlok ke US$ 64, OPEC+ dan Tarif AS Jadi Pemicunya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia tertekan pada awal perdagangan Selasa (1/7/2025), di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan produksi OPEC+ serta ancaman tarif baru dari Amerika Serikat yang bisa memicu perlambatan ekonomi global.

Melansir dari Refinitv, harga minyak Brent kontrak September turun 0,24% ke US$66,58 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 0,31% ke US$64,91 per barel. Pelemahan ini terjadi setelah kabar bahwa aliansi produsen OPEC+ akan kembali meningkatkan produksi pada Agustus mendatang.

Mengutip Reuters, sumber internal menyebut OPEC+ tengah bersiap menaikkan pasokan sebanyak 411.000 barel per hari (bph). Jika disahkan dalam pertemuan resmi pada 6 Juli, maka ini akan menjadi kenaikan bulanan keempat berturut-turut dan menambah total pasokan baru sepanjang 2025 menjadi 1,78 juta bph, setara dengan lebih dari 1,5% dari permintaan global.

Selain pasokan yang berpotensi membanjir, pelaku pasar juga mencermati tenggat waktu 9 Juli, di mana AS dijadwalkan mengaktifkan tarif baru atas berbagai barang impor. Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan bahwa tarif bisa naik hingga 50%, bahkan jika negosiasi dagang masih berlangsung. Ketidakpastian ini menambah tekanan terhadap proyeksi permintaan energi dunia.

Di sisi proyeksi harga, Morgan Stanley memangkas estimasi harga Brent ke kisaran US$60 per barel pada awal 2026, seiring prediksi surplus pasokan mencapai 1,3 juta bph tahun depan dan meredanya risiko geopolitik global.

Padahal, ketegangan geopolitik sempat mendorong harga melonjak tajam bulan lalu. Brent sempat menembus US$80 per barel saat konflik antara Israel dan Iran memanas pasca serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran. Namun pasar kembali tenang usai mantan Presiden AS Donald Trump memediasi gencatan senjata 12 hari kemudian.

Meski tensi politik mereda, analis memperingatkan volatilitas pasar masih tinggi dalam waktu dekat. “Harga masih sensitif terhadap perubahan kebijakan dan dinamika pasokan. Fokus utama saat ini adalah keseimbangan jangka pendek antara sinyal kenaikan produksi dan potensi penurunan permintaan global,” ujar analis energi dari JP Energy Research pada Business Today. 

CNBC Indonesia

(emb/emb)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Rusia dan OPEC+ Bikin Harga Minyak Membara




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos OJK Dorong SLIK Bersih Dalam 3 Hari, Ambil Kredit Lebih Gampang

Bos OJK Dorong SLIK Bersih Dalam 3 Hari, Ambil Kredit Lebih Gampang

July 6, 2026
PTPN III Butuh Belanja Modal Rp140 Triliun Buat 5 Tahun

PTPN III Butuh Belanja Modal Rp140 Triliun Buat 5 Tahun

July 6, 2026
Menteri Ara Mau Lawan Rentenir Pakai Program Ini

Menteri Ara Mau Lawan Rentenir Pakai Program Ini

July 6, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .