• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Minyak Dunia Melemah, Tertekan Isu Sanksi Rusia

Harga Minyak Dunia Melemah, Tertekan Isu Sanksi Rusia

October 29, 2025
Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

October 15, 2026
Pasar Saham Kebakaran

Pasar Saham Kebakaran

October 15, 2026
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

October 15, 2026
Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

October 15, 2026
Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

October 15, 2026
IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Harga Minyak Dunia Melemah, Tertekan Isu Sanksi Rusia

12 months ago
in Market
Harga Minyak Dunia Melemah, Tertekan Isu Sanksi Rusia
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Harga minyak dunia kembali terkoreksi pada perdagangan Rabu (29/10/2025) pagi waktu Indonesia, setelah sempat menguat pada awal pekan.

Pelemahan ini terjadi di tengah laporan penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS), namun tertahan oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi sanksi baru bagi Rusia dan rencana peningkatan produksi OPEC+.

Mengutip Refinitiv pada pukul 10.00 WIB, harga minyak Brent tercatat melemah 0,14% ke posisi US$64,31 per barel, dari sebelumnya US$64,40 per barel. Sementara harga West Texas Intermediate (WTI) turun 0,22% ke US$60,02 per barel, dibandingkan sehari sebelumnya di US$60,15 per barel.



Pelemahan tipis ini terjadi meski laporan American Petroleum Institute (API) menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS sebesar 4,02 juta barel untuk pekan yang berakhir 24 Oktober.

Stok bensin juga menyusut 6,35 juta barel, sementara distilat berkurang 4,36 juta barel dibandingkan pekan sebelumnya. Menurut catatan Haitong Securities, “penurunan stok yang lebih besar dari perkiraan memicu lonjakan harga jangka pendek,” namun dorongan tersebut cepat teredam oleh faktor geopolitik dan prospek pasokan baru.

Analis pasar senior Phillip Nova, Priyanka Sachdeva, menilai kombinasi antara penurunan stok dan risiko sanksi memang mendukung harga, tetapi ruang kenaikan tetap terbatas. “Kisah sanksi dan pasokan memperkuat harga, tapi sisi permintaan masih lemah dan kapasitas cadangan global masih besar,” ujarnya dikutip dari Reuters.

Pekan lalu, harga Brent dan WTI sempat mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Juni setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan sanksi terhadap perusahaan energi besar Rusia, termasuk Lukoil dan Rosneft, terkait konflik Ukraina. Namun, pasar mulai meragukan efektivitas sanksi tersebut dalam mengimbangi potensi kelebihan pasokan, sehingga harga kembali terkoreksi 1,9% pada sesi sebelumnya.

Sementara itu, Kremlin menegaskan bahwa Rusia tetap menawarkan energi “berkualitas tinggi dengan harga kompetitif”, dan menyerahkan keputusan pembelian sepenuhnya kepada negara mitra.

Sejumlah kilang di India dilaporkan menunda pembelian baru minyak Rusia sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah, meski Indian Oil menyatakan masih akan melanjutkan impor selama tidak melanggar ketentuan sanksi.

Dari sisi pasokan, empat sumber yang mengetahui diskusi internal menyebut OPEC+ tengah mempertimbangkan kenaikan produksi sebesar 137.000 barel per hari pada Desember mendatang. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan pasokan di tengah ketidakpastian geopolitik.

CEO Saudi Aramco menyebut permintaan minyak global masih tetap kuat bahkan sebelum sanksi diberlakukan, dengan permintaan dari China yang terus solid. Namun, analis menilai tekanan utama tetap datang dari sisi kebijakan moneter dan hubungan geopolitik besar dunia.

Memasuki paruh kedua pekan ini, pasar menanti keputusan suku bunga Federal Reserve serta hasil pertemuan antara pemimpin AS dan China, yang dinilai akan menjadi faktor penentu arah harga minyak dalam jangka pendek.

CNBC INDONESIA RESEARCH

(emb/emb)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Harga Minyak Dekati US$ 70, Ancaman Sanksi Trump ke Rusia Jadi Pemicu




Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

October 15, 2026
Pasar Saham Kebakaran

Pasar Saham Kebakaran

October 15, 2026
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .