• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya

Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya

August 12, 2026
Mantri BRI Hadirkan Layanan Perbankan di Kepulauan Maluku Utara

Mantri BRI Hadirkan Layanan Perbankan di Kepulauan Maluku Utara

August 19, 2026
Profil Sarjito, Calon Tunggal Bos OJK yang Ngurusin Bursa Mineral

Profil Sarjito, Calon Tunggal Bos OJK yang Ngurusin Bursa Mineral

August 19, 2026
Beda KKI dan Kartu Kredit Visa-MasterCard Cs, Ini Penjelasan BI

Beda KKI dan Kartu Kredit Visa-MasterCard Cs, Ini Penjelasan BI

August 19, 2026
Video: Trump Klaim Hormuz Punya AS – IHSG Tergelincir ke Zona Merah

Video: Trump Klaim Hormuz Punya AS – IHSG Tergelincir ke Zona Merah

August 19, 2026
Harga Minyak Naik 4 Hari Beruntun!

Harga Minyak Naik 4 Hari Beruntun!

August 19, 2026
Digosipkan Mau Caplok Bayan (BYAN), Segini Harta Kekayaan Haji Isam

Digosipkan Mau Caplok Bayan (BYAN), Segini Harta Kekayaan Haji Isam

August 19, 2026
Pertama di Indonesia, BSI (BRIS) Luncurkan Hasanah KKI Card

Pertama di Indonesia, BSI (BRIS) Luncurkan Hasanah KKI Card

August 19, 2026
FTSE Russell Tunda Penyesuaian Ulang Indeks RI, Ancam Hapus Saham HSC

FTSE Russell Tunda Penyesuaian Ulang Indeks RI, Ancam Hapus Saham HSC

August 19, 2026
Setelah Dua Hari Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%

Setelah Dua Hari Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%

August 19, 2026
Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.830

Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.830

August 19, 2026
Breaking News! BYAN Seret IHSG Turun 1% Pagi Ini

Breaking News! BYAN Seret IHSG Turun 1% Pagi Ini

August 19, 2026
Ada IRSX, AADI, hingga INKP

Ada IRSX, AADI, hingga INKP

August 19, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, August 19, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya

1 week ago
in Market
Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah mulai mengalihkan fokus pengembangan pasar modal Indonesia dari sekadar mengejar pertumbuhan jumlah investor dan emiten menjadi memperkuat kualitas, likuiditas, serta kepercayaan investor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penguatan pasar modal menjadi penting di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Menurutnya, kepercayaan investor merupakan kunci untuk menjaga momentum investasi dan ekspansi usaha di dalam negeri.

“Perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,45% pada Semester I-2026 di tengah berbagai gejolak global. Kondisi tersebut juga didukung oleh inflasi yang relatif rendah sebesar 2,88% serta kemampuan Indonesia memitigasi dampak gejolak harga energi,” kata Airlangga dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Ia menjelaskan, fundamental ekonomi yang terjaga telah mendorong perkembangan pasar modal nasional. Hingga Juni 2026, jumlah investor pasar modal mencapai 28,9 juta orang, sementara jumlah perusahaan tercatat mencapai 957 emiten dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp9.897 triliun.

Secara regional, Indonesia bahkan mencatatkan diri sebagai negara dengan jumlah investor pasar modal terbesar di ASEAN. Selain itu, Indonesia juga menempati posisi kedua untuk jumlah perusahaan tercatat, posisi ketiga untuk kapitalisasi pasar, serta posisi kedua untuk rata-rata nilai transaksi harian terbesar di kawasan.

Meski demikian, Airlangga menilai tantangan ke depan bukan lagi soal menambah jumlah investor maupun emiten, melainkan meningkatkan kualitas pasar modal agar lebih dalam dan efisien.

Dari sisi pasokan emiten, hingga Juli 2026 baru terdapat tujuh perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan total dana yang dihimpun melalui penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp2,16 triliun.

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperkuat pipeline emiten berkualitas dan memperluas sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha.

Di sisi lain, investor kini semakin memperhatikan berbagai faktor fundamental seperti likuiditas saham, struktur kepemilikan, kecukupan saham beredar di publik (free float), transparansi, tata kelola perusahaan, hingga kualitas keterbukaan informasi.

Karena itu, pemerintah bersama regulator dan pelaku industri terus mendorong reformasi pasar modal. Langkah tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Bank Indonesia (BI), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Beberapa upaya yang tengah dilakukan antara lain pengembangan instrumen investasi baru seperti PINTAR Reksa Dana dan ETF Emas, serta percepatan proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia.

Selain memperkuat pasar modal, pemerintah juga berupaya meningkatkan iklim investasi melalui penyederhanaan regulasi dan penyelesaian hambatan usaha lintas kementerian dan lembaga.

Melalui Satuan Tugas Debottlenecking, hingga 30 Juli 2026 pemerintah telah menerima 170 aduan dari pelaku usaha. Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 aduan telah diselesaikan, mencakup persoalan perizinan, perpajakan, kepabeanan, tata ruang, logistik, hingga energi.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan bahwa penguatan kepercayaan investor harus diiringi dengan peningkatan kualitas perusahaan tercatat.

“Perusahaan tercatat perlu memperkuat tata kelola, transparansi, dan keterbukaan informasi agar penghimpunan dana dapat semakin optimal mendukung ekspansi usaha, investasi, inovasi, dan produktivitas,” ujar Haryo.

Menurut pemerintah, kombinasi antara fundamental ekonomi yang kuat, reformasi pasar modal, serta perbaikan iklim investasi akan menjadi modal penting untuk menjaga arus investasi dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Mantri BRI Hadirkan Layanan Perbankan di Kepulauan Maluku Utara

Mantri BRI Hadirkan Layanan Perbankan di Kepulauan Maluku Utara

August 19, 2026
Profil Sarjito, Calon Tunggal Bos OJK yang Ngurusin Bursa Mineral

Profil Sarjito, Calon Tunggal Bos OJK yang Ngurusin Bursa Mineral

August 19, 2026
Beda KKI dan Kartu Kredit Visa-MasterCard Cs, Ini Penjelasan BI

Beda KKI dan Kartu Kredit Visa-MasterCard Cs, Ini Penjelasan BI

August 19, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .