• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.830

Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.830

August 19, 2026
FTSE Russell Tunda Penyesuaian Ulang Indeks RI, Ancam Hapus Saham HSC

FTSE Russell Tunda Penyesuaian Ulang Indeks RI, Ancam Hapus Saham HSC

August 19, 2026
Setelah Dua Hari Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%

Setelah Dua Hari Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%

August 19, 2026
Breaking News! BYAN Seret IHSG Turun 1% Pagi Ini

Breaking News! BYAN Seret IHSG Turun 1% Pagi Ini

August 19, 2026
Ada IRSX, AADI, hingga INKP

Ada IRSX, AADI, hingga INKP

August 19, 2026
Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok Hampir 6%

Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok Hampir 6%

August 19, 2026
Tren Baru Muncul di Pasar Keuangan Global: Worrisome

Tren Baru Muncul di Pasar Keuangan Global: Worrisome

August 19, 2026
Bank Mega (MEGA) Jadi First Mover Kartu Kredit Indonesia

Bank Mega (MEGA) Jadi First Mover Kartu Kredit Indonesia

August 19, 2026
IHSG Naik 0,75%, Asing Malah Net Sell Rp355 Miliar

IHSG Naik 0,75%, Asing Malah Net Sell Rp355 Miliar

August 19, 2026
BYAN Buka Suara Soal Rumor Haji Isam Mau Akuisisi 62,2% Saham

BYAN Buka Suara Soal Rumor Haji Isam Mau Akuisisi 62,2% Saham

August 19, 2026
Asing Net Sell Rp355 Miliar, Ini 10 Saham yang Justru Diborong

Asing Net Sell Rp355 Miliar, Ini 10 Saham yang Justru Diborong

August 19, 2026
16 Pindar Kredit Macetnya Tinggi, OJK Ingatkan Risiko Ini

16 Pindar Kredit Macetnya Tinggi, OJK Ingatkan Risiko Ini

August 18, 2026
Seluruh Saham KCIC BUMN Bakal Dialihkan ke Kemenkeu

Seluruh Saham KCIC BUMN Bakal Dialihkan ke Kemenkeu

August 18, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, August 19, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.830

41 minutes ago
in Lifestyle
Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.830
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Rabu (19/8/2026), rupiah terapresiasi 0,11% ke posisi Rp17.830/US$.

Penguatan tersebut membalikkan tekanan pada perdagangan sebelumnya, Selasa (18/8/2026), mata uang Garuda ditutup melemah 0,17% ke level Rp17.850/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,03% ke posisi 99,688.


Pergerakan rupiah hari ini akan dipengaruhi penantian terhadap keputusan BI serta dinamika ekspektasi suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).

BI memasuki hari kedua RDG periode 18-19 Agustus 2026. Keputusan mengenai BI Rate akan diumumkan pada Rabu hari ini.

Hasil polling CNBC Indonesia terhadap 14 institusi dan lembaga menunjukkan seluruh responden memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75%. Tidak ada responden yang memproyeksikan kenaikan ataupun penurunan suku bunga pada bulan ini.

Jika proyeksi tersebut terwujud, BI akan menahan suku bunga dalam dua pertemuan beruntun. Bank sentral sebelumnya juga mempertahankan BI Rate sebesar 5,75% pada RDG Juli 2026.

Keputusan tersebut akan memperpanjang jeda setelah BI menaikkan suku bunga secara kumulatif sebesar 100 basis poin sepanjang Mei-Juni 2026, dari 4,75% menjadi 5,75%. Kenaikan saat itu ditempuh untuk meredam tekanan terhadap rupiah dan menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran.

Selain keputusan suku bunga, pasar akan mencermati pandangan BI mengenai stabilitas rupiah, kondisi ekonomi domestik, likuiditas perbankan, serta prospek pertumbuhan kredit hingga akhir tahun.

Dari eksternal, dolar AS masih bergerak terbatas karena pelaku pasar semakin memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan September.

Rangkaian data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang lebih lemah, mulai dari hilangnya lapangan kerja pada Juli hingga inflasi yang relatif terkendali. Kondisi tersebut membuat pasar memperhitungkan peluang hampir 70% bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada bulan depan.

Meski demikian, dolar masih mendapat dukungan dari kekhawatiran mengenai berlanjutnya konflik AS-Iran dan penutupan Selat Hormuz. Ketegangan tersebut kembali memunculkan risiko kenaikan harga energi dan inflasi serta mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak lebih tinggi.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
FTSE Russell Tunda Penyesuaian Ulang Indeks RI, Ancam Hapus Saham HSC

FTSE Russell Tunda Penyesuaian Ulang Indeks RI, Ancam Hapus Saham HSC

August 19, 2026
Setelah Dua Hari Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%

Setelah Dua Hari Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%

August 19, 2026
Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.830

Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.830

August 19, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .