Jakarta, CNBC Indonesia – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sepakat untuk membagikan dividen dengan rasio 45% dari laba bersih tahun buku 2025 atau setara dengan Rp 1,32 triliun.
Dengan demikian investor akan mendapatkan pembagian dividen setara dengan Rp 114 per saham. Jumlah tersebut mengindikasikan dividend yield 4,33% berdasarkan harga saham PTBA pada penutupan perdagangan Kamis (11/6) di Rp2.630/lembar.
Besaran dividen ini turun baik dari segi nominal, rasio serta yield indikatif. Tahun lalu PTBA membagikan dividen 75% dari laba atau setara Rp 332 per saham dengan yield 11,27%.
Rapat pemegang saham juga memutuskan sebanyak 55% dari laba bersih tahun buku 2025 atau Rp 1,61 triliun sebagai saldo laba ditahan.
Sebagai informasi, PTBA melaporkan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,93 triliun. Angka tersebut turun signifikan karena anjloknya harga jual batu bara di pasar global sepanjang tahun lalu.
Direktur Utama PTBA kala itu Arsal Ismail mengungkapkan bahwa tahun 2025 merupakan periode yang penuh tantangan bagi industri batu bara global. Dia menyebutkan bahwa indeks harga acuan batu bara Newcastle mengalami penurunan tajam hingga 25%, sementara indeks Indonesian Coal Index (ICI) yang menjadi rujukan perusahaan juga terkoreksi 16% secara tahunan.
“Kami menyadari tentunya penurunan harga batu bara global ini kalau kita lihat dari indeks Newcastle ini turunnya cukup signifikan 25%. Indeks ICI di mana kami lebih banyak menggunakan ICI 3 pada tahun 2025 itu juga turun secara tahunan sebesar 16% dan ini tentunya mengakibatkan harga jual rata-rata kita menjadi turun,” ujar Arsal dalam paparan kinerja perusahaan, di The Westin, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Selain tertekannya harga jual, Arsal juga menyoroti peningkatan beban pokok pendapatan perusahaan sebesar 5%. Kenaikan biaya tersebut didorong oleh beban operasional serta peningkatan biaya bahan bakar akibat implementasi kebijakan bauran energi B40 dan penyesuaian harga energi.
Meskipun menghadapi tantangan tersebut, PTBA berhasil menjaga kinerja operasional yang solid dengan volume produksi yang justru meningkat 9% menjadi 47,2 juta ton. Volume penjualan juga tumbuh 6% menjadi 45,4 juta ton, didukung oleh peningkatan angkutan batu bara dari 38,2 juta ton pada 2024 menjadi 40,4 juta ton di 2025.
(fsd/fsd)
Add
as a preferred
source on Google
















