• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.770

Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.770

January 7, 2026
Kredit Investastasi Tumbuh 25,13% pada Juli 2026, Modal Kerja 11,04%

Kredit Investastasi Tumbuh 25,13% pada Juli 2026, Modal Kerja 11,04%

August 20, 2026
Prodia Siapkan Buyback Saham Rp150 Miliar, Dimulai Hari Ini

Prodia Siapkan Buyback Saham Rp150 Miliar, Dimulai Hari Ini

August 20, 2026
Asing Net Buy Rp933 Miliar, Ternyata Gara-Gara Ini

Asing Net Buy Rp933 Miliar, Ternyata Gara-Gara Ini

August 20, 2026
Bos BI Ungkap Strategi Bank Sentral Sukses Perkuat Rupiah

Bos BI Ungkap Strategi Bank Sentral Sukses Perkuat Rupiah

August 19, 2026
Awas Meledak! Krisis Kredit Macet China Makin Mengerikan

Awas Meledak! Krisis Kredit Macet China Makin Mengerikan

August 19, 2026
Pemerintah Bakal Tertibkan Bank yang Masih Salurkan Dana Talangan Haji

Pemerintah Bakal Tertibkan Bank yang Masih Salurkan Dana Talangan Haji

August 19, 2026
Teropong Potensi BI Rate Naik & Nasib Rupiah Hingga Akhir Tahun

Teropong Potensi BI Rate Naik & Nasib Rupiah Hingga Akhir Tahun

August 19, 2026
Bank Mega Resmikan Kantor Regional Jakarta 3

Bank Mega Resmikan Kantor Regional Jakarta 3

August 19, 2026
400.000 Antrean Haji Invalid, Potensi Rekening Dorman Rp10 T

400.000 Antrean Haji Invalid, Potensi Rekening Dorman Rp10 T

August 19, 2026
BI Rilis Skema Lindungi Aset Rupiah Investor Global dari Gejolak Kurs

BI Rilis Skema Lindungi Aset Rupiah Investor Global dari Gejolak Kurs

August 19, 2026
Direktur Astra (ASII) Borong Saham Rp 2,4 Miliar

Direktur Astra (ASII) Borong Saham Rp 2,4 Miliar

August 19, 2026
IHSG Terkoreksi 0,86% Terseret Kinerja Saham Bayan Resources (BYAN)

IHSG Terkoreksi 0,86% Terseret Kinerja Saham Bayan Resources (BYAN)

August 19, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, August 20, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.770

7 months ago
in Market
Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.770
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (7/1/2026).

Mengacu pada data Refinitiv, rupiah terdepresiasi sebesar 0,15% dan ditutup di level Rp16.770/US$. Sejak pembukaan perdagangan pagi tadi, rupiah memang sudah berada di zona pelemahan setelah dibuka turun 0,03% di posisi Rp16.750/US$, dan terus mengalami tekanan hingga penutupan perdagangan.

Pelemahan pada hari ini sekaligus memperpanjang tren negatif rupiah menjadi empat hari perdagangan beruntun, atau sejak awal tahun 2026.

Sementara itu, hingga pukul 15.00 WIB, indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat tipis 0,06% ke level 98,641, melanjutkan penguatannya setelah pada perdagangan sebelumnya menguat 0,32%.


Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini terutama dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya dinamika pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia tercatat menguat, meskipun dengan rentang pergerakan yang relatif terbatas. Kondisi tersebut mencerminkan sikap pelaku pasar yang cenderung menahan posisi sambil menunggu kepastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Pasar global saat ini berada dalam fase wait and see, seiring akan dirilisnya sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Fokus utama tertuju pada rangkaian data ketenagakerjaan, mulai dari laporan ADP, data pembukaan lapangan kerja (job openings), hingga laporan ketenagakerjaan utama yang dijadwalkan rilis pada akhir pekan ini. Data-data tersebut dipandang krusial untuk memberikan gambaran mengenai kekuatan pasar tenaga kerja AS serta implikasinya terhadap arah kebijakan suku bunga ke depan.

Selain faktor data ekonomi, sentimen geopolitik global juga masih menjadi perhatian pelaku pasar. Perkembangan terbaru terkait Venezuela sempat meningkatkan kewaspadaan, namun sejauh ini dampaknya terhadap pergerakan aset keuangan global, termasuk pasar valuta asing, dinilai relatif terbatas.

Minimnya respons risk-off menunjukkan bahwa pasar masih menilai risiko eskalasi geopolitik berada dalam skala yang terkendali.

Di sisi kebijakan moneter, pasar keuangan global juga tengah mencerna perbedaan pandangan di internal bank sentral AS terkait arah suku bunga sepanjang tahun ini.

Ketidakpastian tersebut mendorong pelaku pasar untuk bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil posisi, sehingga pergerakan dolar AS cenderung stabil namun tetap bertahan di level yang relatif kuat.

Ekspektasi pasar saat ini masih menunjukkan peluang besar bagi bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan FOMC akhir Januari mendatang. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menopang pergerakan dolar AS sekaligus membatasi ruang penguatan rupiah dalam jangka pendek.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kredit Investastasi Tumbuh 25,13% pada Juli 2026, Modal Kerja 11,04%

Kredit Investastasi Tumbuh 25,13% pada Juli 2026, Modal Kerja 11,04%

August 20, 2026
Prodia Siapkan Buyback Saham Rp150 Miliar, Dimulai Hari Ini

Prodia Siapkan Buyback Saham Rp150 Miliar, Dimulai Hari Ini

August 20, 2026
Asing Net Buy Rp933 Miliar, Ternyata Gara-Gara Ini

Asing Net Buy Rp933 Miliar, Ternyata Gara-Gara Ini

August 20, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .