Jakarta, CNBC Indonesia- Gejolak ekonomi dan geopolitik global telah berdampak pada lonjakan Harga komoditas termasuk emas yang menjadi salah satu safe haven untuk mengamankan asset di tengah ketidakpastian.
Kondisi ini turut mengerek minat masyarakat Indonesia dalam bertransaksi emas sehingga mendorong PT Pusat Emas Indonesia untuk mengembangkan layanan buyback logam mulia termasuk emas perhiasan, emas Batangan, emas tanpa surat hingga emas lama dan emas rusak.
Founder Pusat Emas Indonesia, Andrew Susanto mengatakan layanan dari Pusat Emas Indonesia sudah memiliki 50 outlet di seluruh Indonesia sejak 1 tahun didirikan. Pusat Emas Indonesia menggunakan mesin XRF untuk menguji dan memverifikasi kadar dan kemurnian emas dengan presisi tinggi sehingga tidak akan merugikan nasabah.
Andre Susanto mencatat tren peningkatan jual emas didorong tren kenaikan Harga emas hingga meningkatnya kebutuhan dana segar masyarakat di masa tahun ajaran baru. Dalam menjaga keamanan transaksi, Pusat Emas Indonesia menerapkan sistem keamanan transaksi untuk menghindari kejahatan.
Seperti apa prospek dan strategi bisnis emas di tengah gejolak ekonomi? Selengkapnya simak dialog Mercy Widjaja dengan Founder Pusat Emas Indonesia, Andrew Susanto dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Rabu, 10/06/2026)


















