• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.180

Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.180

April 17, 2026
SMLE Blak-Blakan Alasan Jual 50% Saham Anak ke Perusahaan Denmark

SMLE Blak-Blakan Alasan Jual 50% Saham Anak ke Perusahaan Denmark

October 15, 2026
Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

October 15, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

October 15, 2026
Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

October 15, 2026
Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

October 15, 2026
Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

October 15, 2026
Pasar Saham Kebakaran

Pasar Saham Kebakaran

October 15, 2026
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.180

6 months ago
in Lifestyle
Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.180
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (17/4/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah harus mengakhiri perdagangan jelang akhir pekan di zona merah dengan koreksi sebesar 0,32% ke level Rp17.180/US$. Level tersebut menjadi posisi penutupan terlemah rupiah sepanjang masa yang baru. Kondisi ini juga membuat rupiah semakin mendekati level psikologis Rp17.200/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat tipis 0,03% ke posisi 98,240.


Pelemahan rupiah hari ini terutama dipengaruhi faktor eksternal, khususnya penguatan dolar AS di pasar global yang kembali menekan mata uang negara lain, termasuk rupiah. Tekanan tersebut juga tercermin dari pergerakan mayoritas mata uang Asia yang terpantau melemah terhadap greenback.

Kondisi ini menunjukkan dolar AS kembali diburu pelaku pasar global. Padahal sebelumnya, sentimen pasar sempat membaik seiring gencatan senjata antara Israel dan Lebanon serta prospek pembicaraan baru antara AS dan Iran, yang sempat mendorong investor melepas aset safe haven.

Gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku pada Kamis kemarin. Presiden AS Donald Trump juga mengatakan bahwa pertemuan lanjutan antara AS dan Iran berpeluang digelar pada akhir pekan ini.

Meski begitu, negosiator AS dan Iran dilaporkan mulai menurunkan ambisi untuk mencapai kesepakatan damai yang komprehensif. Kini, kedua pihak disebut lebih fokus mengejar nota kesepahaman sementara untuk mencegah konflik kembali pecah, sementara isu nuklir masih menjadi hambatan utama.

Pelaku pasar kini juga mencermati bagaimana bank sentral akan merespons tekanan inflasi yang dipicu perang, terutama dari lonjakan harga energi. Sejauh ini, mayoritas otoritas moneter masih mengambil sikap hati-hati.

Ekspektasi pasar menunjukkan Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) diperkirakan akan menahan suku bunga tetap stabil tahun ini. Ini merupakan perubahan besar dibandingkan sebelum perang pecah, ketika pasar masih memperkirakan adanya dua kali pemangkasan suku bunga.

(evw/evw)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
SMLE Blak-Blakan Alasan Jual 50% Saham Anak ke Perusahaan Denmark

SMLE Blak-Blakan Alasan Jual 50% Saham Anak ke Perusahaan Denmark

October 15, 2026
Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

October 15, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .